Sebuah kendaraan militer milik separatis Yaman di wilayah Aden. Foto: AFP.
Sebuah kendaraan militer milik separatis Yaman di wilayah Aden. Foto: AFP.

Inggris Izinkan Penjualan Senjata ke Koalisi Saudi di Yaman

Internasional konflik yaman arab saudi inggris
Arpan Rahman • 23 Agustus 2019 14:51
London: Inggris mengizinkan penjualan senjata senilai 6,3 miliar poundsterling atau setara Rp11 triliun kepada pasukan pimpinan Arab Saudi di Yaman sejak perang berdarah dimulai pada 2015. Demikian bocoran baru telah terungkap.
 
Pemerintah Saudi sudah diundang ke pekan raya senjata terbesar di London bulan depan. Kendati pengadilan memutuskan penjualan senjata untuk digunakan dalam konflik itu melanggar hukum.
 
Penjualan ke Arab Saudi saja mencapai GBP5,3 miliar -- peningkatan sebesar GBP600 juta sejak awal 2019. Lebih banyak senjata telah dijual kepada pasukan lain yang saat ini terlibat dalam perang, termasuk Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain, dan Kuwait.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah menyetop persetujuan izin senjata baru untuk Arab Saudi dan mitra koalisinya pada Juni setelah Pengadilan Banding memutuskan itu tidak sah.
 
Namun para menteri sekarang sudah mengajukan Pemberitahuan Banding ke Mahkamah Agung dalam upaya membatalkan putusan tersebut.
 
Pemerintah Inggris mengundang militer Saudi dan anggota koalisi lainnya ke London bulan depan untuk pameran senjata Pertahanan dan Keamanan Internasional (DSEI).
 
Andrew Smith dari Kampanye Melawan Perdagangan Senjata (CAAT) berkata: "Sangat memalukan bahwa pemerintah telah mengundang militer Saudi dan anggota koalisi lainnya ke London guna membeli lebih banyak senjata."
 
"Ini hanya untuk menunjukkan bahwa betapa pun buruknya krisis kemanusiaan di Yaman, pemerintah akan terus memprioritaskan penjualan senjata atas hak-hak dan kehidupan orang-orang Yaman," ujar Smith, dinukil dari Daily Mirror, Jumat, 23 Agustus 2019.
 
Daily Mirror melakukan perjalanan ke Yaman pada Mei untuk mengungkap sejauh mana penderitaan yang disebabkan oleh konflik mengerikan ini.
 
Koalisi dipimpin Saudi mendukung pasukan pemerintah Yaman dengan mengebom para gerilyawan Houthi -- membuat negara itu terkunci dalam pertempuran dan banyak keluarga berada dalam risiko berkelanjutan.
 
Sekitar 24 juta orang membutuhkan bantuan dan perlindungan di Yaman, menurut PBB -- yang memperingatkan konflik tersebut menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
 
Krisis telah mengakibatkan kekurangan gizi, wabah kolera, dan penyakit lainnya. Sejumlah badan bantuan mengatakan 140.000 anak-anak terbunuh sejak awal konflik.
 
Menteri Luar Negeri Bayangan Inggris Emily Thornberry berucap: "Selama bertahun-tahun, Partai Buruh telah memperingatkan bahwa - alih-alih mencoba menghentikan konflik ini dan mengakhiri krisis kemanusiaan yang disebabkan bencana itu -- pemerintahan Tory malah mendorongnya dengan menjual miliaran senjata kepada koalisi yang dipimpin Saudi, dan angka-angka ini telah membuktikannya."
 
"Dan yang lebih buruk, seperti telah kami katakan secara konsisten, mereka melakukan semuanya sambil menutup mata terhadap bukti bahwa senjata-senjata ini -- dan masih -- digunakan buat melakukan kejahatan perang serius di Yaman terhadap penduduk sipil," tegasnya.
 
Smith menambahkan: "Ribuan orang telah tewas dalam pengeboman yang dipimpin Saudi di Yaman, tetapi itu tidak menghalangi para pedagang senjata."
 
"Pengeboman menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dan itu tidak akan mungkin terjadi tanpa keterlibatan dan dukungan dari Downing Street. Penjualan senjata ini tidak bermoral dan ilegal," lanjutnya.
 
"Inggris perlu segera memikirkan kembali hubungannya dengan Arab Saudi dan UEA terkait masalah ini. Sekutu juga harus menjadi kritikus paling keras," pungkas anggota parlemen dari Partai Buruh, Stephen Doughty, seorang anggota Komite Urusan Dalam Negeri di DPR Inggris.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif