Menteri Mundur, Proses Brexit Makin Alot
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik berbicara mengenai Brexit. (Foto: Sonya Michaella/Medcom.id).
Jakarta: Keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) tampaknya masih akan menghadapi proses yang panjang. Apalagi usai Menteri Brexit Inggris Dominic Raab mengundurkan diri, sepekan lalu. 

“Ya betul. Usai Menteri Brexit mengundurkan diri, terjadi perdebatan alot soal ini. Namun Perdana Menteri Theresa May telah membuat keputusan,” kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, ketika ditemui di Kedutaan Besar Inggris, Jakarta, Kamis 22 November 2018.

“Pekan ini, PM May akan bertemu dengan sejumlah pemimpin Uni Eropa dan membicarakan pembahasan lebih lanjut. Pemerintah kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Uni Eropa,” lanjut dia.


Sejak melakukan referendum untuk keluar dari Uni Eropa, 2016 lalu, memang perdebatan demi perdebatan masih terjadi antara Inggris dan Uni Eropa, bahkan di kabinet Inggris sendiri sehingga berujung pada pengunduran diri Raab.

Raab adalah salah satu pendukung keluarnya Inggris dari Uni Eropa, dua tahun lalu. Ia menggantikan David Davis yang memprotes adanya Brexit. Ia terlibat langsung dalam menyusun perjanjian, yang menetapkan syarat-syarat perginya Inggris dari Uni Eropa.

Dalam surat pengunduran dirinya, Raab menyatakan ia tidak bisa mendukung draf kesepakatan yang sedang dibuat karena adanya peraturan yang diusulkan untuk Irlandia Utara di mana peraturan itu mengancam integritas Kerajaan Inggris.

Menurutnya, pengaturan yang menyangkut perbatasan tersebut akan membuat Uni Eropa memegang hak veto atas kemampuan Inggris jika keluar dari organisasi tersebut.

Posisi Raab pun digantikan oleh wakilnya taitu Keir Starmer yang telah menyatakan bahwa PM May tidak memiliki dukungan di dalam kabinetnya sendiri. 



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id