Kepala BKA Holger Munch di Berlin, Jerman, 8 Januari 2019. (Foto: AFP/TOBIAS SCHWARZ)
Kepala BKA Holger Munch di Berlin, Jerman, 8 Januari 2019. (Foto: AFP/TOBIAS SCHWARZ)

Jerman Tangkap Pembocor 1.000 Data Pejabat Negara

Internasional jerman angela merkel
Arpan Rahman • 09 Januari 2019 20:03
Berlin: Jerman menangkap pria berumur 20 tahun atas peretasan dan pembocoran informasi hampir 1.000 pejabat tinggi negara dan tokoh publik lainnya. Pelaku, yang namanya tidak disebutkan, menghadapi pasal pencurian dan penyebaran data pribadi secara ilegal.
 
"Tersangka sudah diinterogasi pada 7 Januari oleh tim jaksa dan BKA," ujar Kepolisian Investigasi Federal Jerman atau Bunderkriminalamt (BKA).
 
"Dia mngaku terhadap tuduhan yang dilayangkan kepadanya, dan menyebutkan informasi lain yang membantu kepolisian," lanjutnya, seperti dinukil dari kantor berita UPI, Selasa 8 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Awal bulan ini, otoritas Jerman mengumumkan adanya seorang peretas yang telah membocorkan data surat elektronik, alamat rumah, nomor telepon, detail rekening bank, serta kartu identitas milik ratusan politikus, partai politik, jurnalis, komedia hingga musisi.
 
Dari ratusan hingga hampir 1.000 yang terkena peretasan, terdapat nama-nama petinggi seperti Kanselir Angela Merkel dan pemimpin Partai Hijau Robert Habeck. Hanya Partai Alternatif untuk Jerman yang tidak terkena peretasan.
 
Baca:Data Ratusan Politikus Jerman Dicuri, Termasuk Merkel
 
Georg Ungefuk, juru bicara kantor kejaksaan Frankfurt, mengatakan bahwa tersangka, yang tinggal di Hesse bersama orang tua, meretas data orang-orang yang telah membuatnya "marah." Dia mengatakan polisi menangkap tersangka pada Minggu 6 Januari, namun kemudian dibebaskan karena dianggap tidak membahayakan.
 
Presiden BKA Holger Munch menyebut tersangka tidak memiliki keterkaitan dengan ekstremisme. Karena alasan ini, BKA tidak menganggap peretasan ini sebagai kejahatan politik.
 
Wakil Menteri Dalam Negeri Jerman Stephan Mayer mengatakan jaringan komputer pemerintah tidak terkena target serangan pelaku.
 
"Satu hal positif dari kasus ini adalah jaringan komputer pemerintah tidak terkena dampak dari serangan peretas," ungkap Mayer. "Tapi jelas, kami di pemerintahan federal, perlu meningkatkan keamanan di dunia maya," lanjutnya.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif