Sejak Perang Dunia II, kapal berukuran 18 meter ini mendapat tempat istimewa di Museum Angkatan Laut Nasional Prancis di Paris.
Sebelum dipindahkan ke tempat baru di pesisir Britany, sebuah mahkota istimewa yang merupakan bagian dari kapal ini dilepas terlebih dahulu. Mahkota ini dinaungi sebuah salib dan disokong empat patung malaikat.
Menggunakan rantai yang menempel pada perancah, para pekerja dengan hati-hati mengangkat mahkota dan meletakkannya di atas balok kayu, sebelum akhirnya diletakkan perlahan di lantai museum.

Mahkota di Kapal Napoleon. (Foto: AFP/Philippe LOPEZ)
Museum Angkatan Laut Nasional Prancis ini terletak tepat di seberang Sungai Seine dekat Menara Eiffel.
Disebut sebagai Kapal Kekaisaran oleh pihak museum, kapal ini akan menjalani restorasi penuh sebelum nantinya dipamerkan di kota Brest pada akhir 2019.
Pihak museum harus membobol tembok untuk mengeluarkan kapal Napoleon. Prosedur yang sama digunakan ketika memasukkan kapal itu ke dalam museum pada 1943.
"Kala itu, mereka memutuskan memindahkannya ke Paris untuk menghindari pengeboman di kota pelabuhan oleh pasukan Sekutu," Annie Madet-Vache, seorang juru bicara museum, seperti disitat dari AFP, Rabu 19 September 2018.
Kapal ini adalah versi yang jauh lebih sederhana saat membawa Napoleon pada perjalanan pertamanya ke luar negeri. Saat itu, Napoleon menggunakan kapal untuk mengunjungi armada dan benteng persenjataannya yang baru dibangun di Antwerpen pada 1810
Napoleon berlayar dengan ditemani permaisuri muda Marie-Louise.
Setelah Napoleon turun tahta pada 1814, kapal tersebut dikirim ke Brest. Di sana, Napoleon III menambahkan mahkota dan lambang kekaisaran lainnya, seperti patung emas Neptunus dengan trisula di bagian haluan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News