Menlu Retno Marsudi dan Menlu Inggris Dominic Raab dalam kunjungan di London. Foto: Kemlu RI
Menlu Retno Marsudi dan Menlu Inggris Dominic Raab dalam kunjungan di London. Foto: Kemlu RI

Indonesia Pertanyakan Kebijakan Inggris yang Berpotensi Hambat Ekspor

Internasional indonesia-inggris menlu retno lp marsudi
Marcheilla Ariesta • 15 Oktober 2020 01:50
London: Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan kekhawatiran Indonesia terhadap rencana Inggris memberlakukan tindakan due diligence (uji kelayakan) terhadap berbagai produk pertanian. Kebijakan tersebut termasuk dengan kelapa sawit dan kopi yang menjadi salah satu produk ekspor unggulan RI.
 
Kebijakan tersebut, ujar Retno, berpotensi menjadi penghambat nontarif ekspor Indonesia ke Inggris.
 
"Saya sarankan agar kita duduk dan membahas kemungkinan pembuatan mutual recognition dari kebijakan yang telah dimiliki masing-masing negara mengenai supply chain sustainability," ujar Retno dalam jumpa pers virtual usai bertemu dengan Menlu Inggris Dominic Raab, Rabu, 14 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menlu Retno juga menyampaikan akan ada sejumlah investor yang tertarik untuk berinvestasi di Indonesia dalam bidang energi terbarukan.
 
"Saya menyambut baik minat kuat dari beberapa investor Inggris di bidang renewable energy," ujar Menlu Retno.
 
Ada pun beberapa perusahaan yang tengah menaruh minatnya untuk berinvestasi adalah Aggreko yang merencanakan operasinya di Indonesia dari suplai gas dan diesel ke suplai solar PVs. Kemudian Orbital Marine Power yang merencanakan membangun proyek tidal turbine yang akan memproduksi energi 10 megawatt di wilayah timur Indonesia dan Nova Innovation yang berencana membangun off-grid tidal turbine.
 
Baca: Menlu Retno Bahas Pengembangan Vaksin Covid-19 dengan Inggris
 
Selain membahas bilateral, kedua menlu membicarakan kerja sama vaksin. Retno menyampaikan berbagai pertemuan yang dilakukan Indonesia selama berada di London.
 
Beberapa pertemuan tersebut, antara lain, dengan AstraZeneca, Imperial College London, dan CEPI.
 
(OGI)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif