Peringatan mengenai virus korona nCoV dipasang di bandara Tegel di Berlin, Jerman. (Foto: AFP/ANDREAS GORA)
Peringatan mengenai virus korona nCoV dipasang di bandara Tegel di Berlin, Jerman. (Foto: AFP/ANDREAS GORA)

Jerman Konfirmasi Kasus Perdana Virus Korona nCoV

Internasional virus korona tiongkok
Willy Haryono • 28 Januari 2020 06:33
Starnberg: Jerman mengonfirmasi kasus perdana virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) di wilayah Bavaria selatan, Senin 27 Januari 2020. Jerman merupakan negara kedua di Eropa yang mengonfirmasi infeksi virus korona setelah Prancis.
 
"Seorang pria di wilayah Starnberg terinfeksi korona virus terbaru," ucap juru bicara Kementerian Kesehatan Bavaria, dikutip dari AFP.
 
"Ia sedang berada dalam pengawasan di sebuah ruangan isolasi," lanjutnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Virus korona diyakini pertama kali berasal dari Wuhan, sebuah kota di provinsi Hubei, Tiongkok.
 
Data Pemerintah Tiongkok hingga Senin kemarin menyebutkan jumlah korban tewas virus korona nCoV mencapai 81 orang. Sementara total kasus terkonfirmasi berada di angka 2.744.
 
Jumat 24 Januari, Pemerintah Prancis mengonfirmasi tiga kasus perdana virus korona. Satu pasien dirawat di sebuah rumah sakit di Paris, sementara satu lainnya di kota Bordeaux. Dalam sebuah konferensi pers, Menkes Prancis Agnes Buzyn mengatakan dua kasus terkonfirmasi ini merupakan yang pertama di Eropa. Ia khawatir tambahan kasus akan bermunculan lagi di Prancis.
 
Beberapa jam usai konferensi pers, kasus ketiga terkonfirmasi di Paris. Otoritas kesehatan Prancis juga mengumumkan bahwa dua dari tiga pasien terkonfirmasi berasal dari satu keluarga.
 
Sebelumnya, organisasi SOS Medecins mengaku sedang merawat seorang pasien asal Tiongkok yang menunjukkan gejala demam di Bordeaux. Pasien itu mengaku telah melakukan kontak dari masyarakat Wuhan, kota yang merupakan episenter penyebaran virus korona nCov.
 
Prancis berencana mengevakuasi sejumlah warganya dari Wuhan. Buzyn mengatakan, mereka semua akan dievakuasi dengan pesawat.
 
"Warga akan direpatriasi dengan penerbangan langsung ke Prancis lewat persetujuan otoritas Tiongkok," kata Buzyn.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif