Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta
Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta

Mundurnya Medvedev Tak Pengaruhi Hubungan RI-Rusia

Internasional politik rusia rusia indonesia-rusia
Marcheilla Ariesta • 16 Januari 2020 18:09
Jakarta: Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengumumkan untuk mundur dari jabatannya. Pengunduran diri Medvedev tidak akan memengaruhi hubungan Rusia dengan Indonesia, menurut Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi.
 
“Saya tidak melihat akan adanya suatu perubahan baik dari sisi kebijakan maupun hubungan dengan Indonesia karena presidennya masih sama,” kata Dubes Wahid di Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Selama ini, kata Wahid, hubungan antara Rusia dan Indonesia yang telah terjalin selama 70 tahun cukup baik. Tidak hanya di bidang politik, kerja sama kedua negara di bidang ekonomi juga terus berkembang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengungkapkan Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) perdagangan bebas (FTA) dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), di mana Rusia menjadi salah satu anggotanya pada 2019.
 
FTA antara Indonesia dan EAEU akan memperkuat perdagangan kedua negara melalui penurunan tarif. Ini dapat meningkatkan daya saing Indonesia sebagai mitra dagang blok ekonomi tersebut.
 
“Kita baru tahap awal (pembahasan FTA). Semoga dengan FTA ini produk kita akan lebih kompetitif, karena sekarang kita agak sulit berkompetisi dengan Vietnam yang tarifnya sudah 0 persen sementara kita masih 15-20 persen,” ujar Wahid.
 
Medvedev mengumumkan akan mengundurkan diri. Ketika berbicara kepada Presiden Vladimir Putin di Moskow, Medvedev mengatakan bahwa pidato Putin di hadapan Majelis Federal sehari sebelumnya menggarisbawahi sejumlah “perubahan mendasar” terhadap Konstitusi Rusia.
 
Perubahan itu akan meningkatkan peran dan arti penting parlemen Rusia dan partai-partai di parlemen, juga independensi dan tanggung jawab perdana menteri serta seluruh anggota kabinet.
 
Putin telah mengajukan Kepala Layanan Pajak Federal Rusia Mikhail Mishustin untuk dipertimbangkan majelis rendah parlemen Rusia, sebagai perdana menteri yang baru.
 
“Putin sudah mengajukan nama calon perdana menteri ke parlemen, biasanya tidak lama setelah itu akan disetujui lalu dibentuk kabinet yang baru. Tetapi sebelum kabinet baru terbentuk, kabinet yang lama masih menjalankan tugas di pemerintahan,” pungkas Dubes Wahid.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif