Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker. Foto: AFP
Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker. Foto: AFP

Presiden Komisi Eropa Yakin Brexit akan Terjadi

Internasional uni eropa brexit
Arpan Rahman • 20 September 2019 18:09
Brussels: Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan dapat membuat kesepakatan tentang Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE).
 
Juncker menegaskan, Brexit tanpa kesepakatan memiliki ‘konsekuensi bencana’. Ia mengaku telah melakukan ‘segalanya untuk mendapatkan kesepakatan’.
 
Dikatakannya, dia tidak memiliki 'hubungan mesra' dengan apa yang disebut sebagai penghalang, yang siap disingkirkan dari perjanjian. “Selama pengaturan alternatif yang berlaku memungkinkan kami dan Inggris untuk mencapai tujuan utama soal penghalang,” ucap Juncker.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan jurnalis Sky News, Sophy Ridge, Juncker mengkonfirmasi telah dikirim dokumen oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang menguraikan konsep gagasan untuk kesepakatan Brexit terbaru.
 
Juncker mengatakan, dokumen tiba terlambat pada Rabu malam, jadi dia belum membacanya.
 
Pria berusia 64 tahun, yang menghabiskan hampir dua dekade sebagai Perdana Menteri Luksemburg, menjadi presiden komisi lima tahun lalu. Masa jabatannya berakhir pada 31 Oktober, hari yang sama ketika Inggris akan meninggalkan Uni Eropa.
 
Awal pekan ini, ia bertemu dengan PM Inggris di Luksemburg -- kali pertama kedua pria itu bertemu sejak Johnson mengambil alih (kantor PM Inggris) Downing Street nomor 10.
 
"Saya melakukan pertemuan dengan Boris Johnson yang agak positif," kata Juncker, dilansir dari Sky News, Jumat 20 September 2019.
 
"Kami sebenarnya juga siap tanpa kesepakatan, dan saya harap Inggris juga siap -- tetapi saya tidak begitu yakin," sambungnya.
 
Proposal baru Inggris diyakini seputar kumpulan ide, dikenal sebagai pengaturan alternatif, yang dirancang untuk menawarkan serangkaian jaminan terpisah yang akan memuaskan para politisi di Brussels dan London, sambil menghindari kebutuhan infrastruktur di perbatasan.
 
Dia tetap berharap bahwa kesepakatan dapat dilakukan sebelum dia meninggalkan jabatan. "Brexit akan terjadi," pungkas Juncker.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif