Macron Kesal Penentang Kenaikan BBM Serang Polisi
Aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM di Champs Elysees, Paris, Prancis, 24 November 2018. (Foto: AFP)
Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam demonstran yang bentrok dengan polisi dalam aksi unjuk rasa terbaru terkait kenaikan harga bahan bakar minyak. Salah satu titik bentrokan berlokasi di Champs-Elysees, Paris.

"Saya mengecam mereka yang menyerang petugas. Tidak ada tempat bagi aksi kekerasan di Republik (Prancis)," tulis Macron di Twitter, seperti dikutip dari kantor berita BBC, Minggu 25 November 2018.

Polisi menggunakan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan massa yang berkumpul di sekitar Champs-Elysees. Para pengunjuk rasa yang menggunakan rompi kuning menyebut aksi kali ini adalah "jilid kedua" setelah dimulai sepekan lalu.


Awalnya demonstrasi hanya menentang kenaikan harga BBM jenis diesel. Namun seiring berjalannya waktu, pedemo juga mengeluhkan harga kebutuhan hidup, terutama yang tinggal di wilayah pegunungan.

Harga diesel di Prancis meningkat sekitar 23 persen dalam 12 bulan terakhir menjadi 1,51 euro atau setara Rp25 ribu per liter. Media AFP melaporkan itu merupakan titik tertinggi sejak awal 2000-an.

Lebih dari 100 ribu orang ikut serta dalam 1.600 aksi protes di seantero Prancis pada Sabtu 24 November. Sebagian besar aksi berlangsung damai, kecuali di ibu kota yang diikuti 8.000 orang.

Lima ribu polisi dikerahkan ke Paris. Mereka membuat barikade besi di sekitar Champ-Elysees untuk menghentikan demonstran mencapai beberapa gedung penting seperti kantor kepresidenan dan majelis nasional.

Seorang juru bicara demonstran berkukuh mereka berunjuk rasa dengan damai. "Kami ke sini bukan untuk bentrok dengan polisi. Kami hanya ingin pemerintah mendengarkan kami," ucap Laetitia Dewalle kepada AFP.

Namun pada pagi hari, beberapa pedemo mencoba menerobos barikade polisi. Mereka menyalakan api, menurunkan papan petunjuk jalan, membangun barikade, melempari polisi dengan batu dan meneriakkan slogan tertentu kepada Macron.

Keribuan terjadi hingga malam hari. Otoritas Paris menyebut 19 orang terluka dalam bentrokan, termasuk empat aparat. Empat puluh orang ditangkap karena dinilai mengganggu ketertiban umum.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id