Pemandangan suatu wilayah di Sisilia, Italia. (Foto: Fabrizio Villa/AFP/Getty)
Pemandangan suatu wilayah di Sisilia, Italia. (Foto: Fabrizio Villa/AFP/Getty)

Wanita Paruh Baya Sewa Mafia untuk Bunuh Mantan Kekasih

Internasional pembunuhan italia mafia italia
Arpan Rahman • 11 Maret 2019 10:40
Sisilia: Seorang wanita berusia 64 tahun diduga menyewa empat anggota sebuah grup mafia asal Sisilia, Italia, untuk membunuh mantan kekasih. Menurut keterangan kepolisian Italia, keempat pria yang disewa itu adalah warga Sisilia.
 
Target pembunuhan, bernama Lamaj Astrid, menghilang tanpa jejak pada 2013. Enam tahun kemudian, investigasi oleh tim jaksa anti-mafia di provinsi Caltanissetta berbuah penemuan jasad korban. Jasad ditemukan di dalam pilar beton di sebuah vila di Senago.
 
Jasad korban ditemukan pada Januari lalu saat vila tersebut sedang direnovasi. Otoritas Italia baru mengungkapkan penemuan jasad ini ke publik pada akhir pekan kemarin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keempat pembunuh, semua ditangkap di Sisilia, terafiliasi dengan keluarga mafia ternama dari Riesi di Caltanissetta. Mereka dituduh membunuh dan menyembunyikan jasad Astrid.
 
Saat berita penemuan mayat itu muncul ke media, wanita yang memerintahkan pembunuhan mencoba melarikan diri via bandara Genoa. Polisi menangkapnya sebelum wanita tersebut sempat menaiki pesawat.
 
Menurut keterangan tim investigator, wanita tersebut mengaku tidak terima saat kekasihnya memutuskan hubungan. Dia juga kesal karena Astrid telah mencuri sejumlah perhiasan.
 
"Wanita tersebut memiliki beberapa kenalan penting di internal Mafia Riesi," kata seorang komandan polisi kepada surat kabar La Repubblica, seperti dinukil dari laman Guardian, belum lama ini.
 
Korban diidentifikasi petugas dari serpihan pakaian yang menempel di dalam pilar beton. "Menyembunyikan jasad di tembok adalah praktik umum di dunia mafia Sisilia," sebut Salvatore Lupo, seorang profesor ilmu sejarah kontemporer dari Universitas Palermo.
 
"Itu merupakan praktik yang sangat rasional, karena jika jasad tidak ditemukan, maka investigasi polisi akan melambat," lanjut dia.
 
"Namun dalam beberapa kesempatan, mafia menginginkan jasad pembunuhan ditemukan sebagai pesan kepada pihak tertentu," ungkap Lupo.
 
Pada 2009, kerangka seorang pria ditemukan di dalam sebuah gua di Rocca Busambra dekat Corleone. Tes DNA mengonfirmasi kerangka tersebut adalah anggota serikat pekerja bernama Placido Rizzotto, yang dibunuh mafia Corleone pada 1948. Hingga saat ini, masih ada puluhan hingga ratusan korban mafia yang jasadnya belum ditemukan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif