Konvoi kendaraan melaju di kota Sevastopol, 16 Maret 2019, menjelang peringatan lima tahun aneksasi Krimea oleh Rusia. (Foto: AFP/STR)
Konvoi kendaraan melaju di kota Sevastopol, 16 Maret 2019, menjelang peringatan lima tahun aneksasi Krimea oleh Rusia. (Foto: AFP/STR)

Hari Ini Rusia Peringati Lima Tahun Aneksasi Krimea

Internasional ukraina rusia
Willy Haryono • 18 Maret 2019 10:46
Moskow: Rusia akan memperingati lima tahun aneksasi Krimea dari Ukraina hari ini, Senin 18 Maret 2019. Pencaplokan Krimea dikecam dunia Barat, namun dirayakan sebagian besar warga Rusia.
 
Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan ikut serta dalam peringatan aneksasi di semenanjung Laut Hitam. Di sana, Putin juga akan meluncurkan sebuah pembangkit listrik terbaru.
 
Pengambilalihan Krimea oleh Rusia pada 2014 dikecam keras Ukraina dan juga dunia Barat sebagai sebuah aneksasi ilegal. Langkah Kremlin tersebut berujung penjatuhan serangkaian sanksi, namun juga membuat popularitas Putin semakin meningkat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di Negeri Beruang Merah, tanggal 18 Maret secara resmi telah dinyatakan sebagai "Hari Reunifikasi Krimea ke Rusia." Di Moskow, pemerintah kota menggelar sebuah festival bertajuk "Musim Semi Krimea" yang meliputi konser musik jazz, demo memasak dan pameran foto.
 
Sekitar 10 ribu orang diyakini akan ikut serta dalam acara flash mob di Moskow dalam rangka memperingati aneksasi Krimea. Dalam acara tersebut, para peserta akan berdansa di tengah alunan lagu "Waltz of Sevastopol." Sevastopol adalah nama kota di Krimea yang merupakan salah satu basis armada angkatan laut Rusia.
 
Ratusan orang lainnya juga akan mengikuti flash mob serupa di kota Yalta. Rencananya, para peserta akan berbaris rapi dan membentuk formasi bendera Rusia.
 
Tahun lalu, Putin memperkenalkan sebuah jembatan simbolis penghubung Rusia selatan dengan Krimea.
 
Jembatan Krimea, dengan panjang hingga 19 kilometer, akan menjadi jembatan terpanjang di Eropa. Jembatan ini mengalahkan Jembatan Vasco da Gama di Lisbon.
 
Dibangun dengan biaya 228 miliar ruble, struktur terbaru ini menghubungkan wilayah Krasnodar dengan kota Kerch di Krimea. Jembatan ini dibentangkan di selatan antara Laut Hitam dan Azov.
 
Sejarah Singkat Krimea
 
Pada awalnya, Krimea pernah memiliki status sebagai sebuah negara. Krimea kemudian diduduki Rusia pada 1783 yang merupakan buntut dari berakhirnya Perang Russo-Turkish.
 
Waktu berlalu. Status pendudukan Rusia di Krimea dihapus. Krimea kembali terlepas dari jerat Rusia. Saat itu, jumlah warga di Krimea berkisar 19 persen dari total populasi Ukraina.
 
Uni Soviet kemudian datang, dan kondisi di Krimea menjadi lebih keras dari sebelumnya. Banyak orang yang dideportasi dari Krimea, dan Rusia membawa banyak warganya ke wilayah otonom tersebut.
 
Krimea akhirnya bebas dan kembali menjadi wilayah otonom usai runtuhnya Uni Soviet dan kemerdekaan Ukraina pada 1991. Namun kala itu, masih banyak warga Krimea yang tidak bisa pulang di beberapa negara, seperti Uzbekistan dan Tajikistan.
 
Memasuki tahun 2014, Krimea kembali jatuh ke tangan Rusia lewat sebuah referendum. Kehidupan warga Krimea, terutama Tatar, kembali ditekan seperti pada era 1783.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif