Demonstran Lumpuhkan Ibu Kota Armenia
Puluhan ribu warga Armenia berunjuk rasa di Yerevan, 2 Mei 2018. (Foto: AFP/VANO SHLAMOV)
Yerevan: Puluhan ribu warga Armenia berkumpul di ibu kota, memblokade beberapa rute transportasi dan juga kompleks pemerintahan, Rabu 2 Mei 2018. Mereka marah karena tokoh oposisi Nikol Pashinyan dihalang-halangi untuk menjadi calon perdana menteri. 

Dalam sebuah aksi unjuk rasa masif, para demonstran terdiri dari berbagai elemen, mulai dari pemuda hingga ibu rumah tangga dan orang lanjut usia. 

Menurut laporan koresponden AFP, hampir semua jalanan di Yerevan diblokade dan beberapa pertokoan ditutup. 

Kerumunan orang di negara dengan populasi satu juta orang itu mengibarkan bendera nasional, meniup terompet vuvuzela dan meneriakkan, "Armenia yang bebas dan independen!".

Memimpin demonstran di ibu kota, Pashinyan bertekad terus menekan otoritas dalam upayanya mencalonkan diri. 

"Beragam skenario sedang didiskusikan. Dalam tiap skenario itu, warga akan menang," tutur Pashinyan, yang mengenakan T-shirt dan topi baseball. 

Moda transportasi kereta rel listrik dan bawah tanah berhenti beroperasi. Sejumlah universitas dan sekolah juga mengakhiri kegiatan dan mengikuti gerakan unjuk rasa.

Di parlemen, para pejabat tidak dapat menggelar pertemuan karena kurangnya jumlah kuorum. 

"Ada situasi darurat di negara ini. Faksi kami mendeklarasikan boikot politik," ujar Vahe Enfiajyan dari Partai Prosperous Armenia.

Menurut aturan legislatif Armenia, parlemen harus berkumpul lagi dalam sepekan untuk mencoba memilih perdana menteri. Jika gagal, maka badan legislatif akan dibubarkan dan pemilihan umum lebih awal segera digelar.

(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id