Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Jerman resmi terdaftar per tanggal 4 Februari 2020. (Foto: Andi Tinnelung)
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Jerman resmi terdaftar per tanggal 4 Februari 2020. (Foto: Andi Tinnelung)

PCI Nahdlatul Ulama Jerman Resmi Diakui

Internasional nahdlatul ulama
Andi Tinellung • 13 Februari 2020 07:02
Berlin: Setelah melalui perjalanan cukup panjang, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Jerman secara resmi diakui eksistensinya oleh Pemerintah Jerman. Melalui Pengadilan Distrik Charlottenburg, Berlin, PCI NU dinyatakan sebagai eingetragener Verein atau asosiasi teregistrasi mulai 4 Februari 2020.
 
Nama asosiasi yang digunakan dalam akte resmi tersebut adalah "Nahdlatul Ulama Jerman (NUJ) e.V." dengan alamat kantor Landsberger Allee 394, Büro 721-723, 12681 Berlin. Hal ini disampaikan Ketua Tanfidz PCI NU Jerman, M. Rodlin Billah, atau biasa dipanggil Gus Oding.
 
Dalam keterangan tertulis kepada Medcom.id, Rabu 12 Februari 2020, Gus Oding menyampaikan bahwa lewat pengakuan ini, PCI NU Jerman dapat bergerak secara legal formal di seluruh Jerman untuk mencapai tujuan organisasi, antara lain menyebarluaskan prinsip-prinsip Islam ahlussunnah wal jama’ah dengan karakter rahmatan lil ‘alamin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal ini dapat terwujud atas inisiatif dan kerja keras dari habib M.Husein Al-Kaff (Wakil Ketua Tanfidziyah) dan didukung penuh KH. Syaeful Fatah (Rais Syuriyah), Dr. Wahyu W. Hadiwikarta, Prof. Hendro Wicaksono dan Gus Zacky K. Umam (Syuriah) serta Bram Fernandin, Vembra Trigerya Vidjaja, Yoktri Handoyo dan Yudi Ardianto (Mustasyar) bersama-sama dengan para pengurus PCI NU Jerman lainnya," ungkap Gus Oding.
 
Perjalanan PCI NU Jerman berawal dari sebuah komunitas yang didirikan pada April 2010 atas inisiatif Dr. Syafiq Hasyim (Universitas Freie Berlin), Dr. Suratno (Universitas Frankfurt), Prof Asfa Widiyanto (Universitas Bonn), Dr. Jaenal Effendi (Universitas Göttingen) dan Dr. Arli Parikesit (Universitas Leipzig).
 
Sejak Agustus 2018, Komunitas NU Jerman resmi diakui sebagai PCI NU Jerman oleh PBNU melalui SK PBNU nomor 259/A.II.04.d/08/2018. Hal ini merupakan pencapaian, mengingat pengakuan dari PBNU dapat dilihat sebagai restu dari para masyayikh, baik yang saat ini masih hidup dan aktif menjabat, maupun yang telah meninggal.
 
Demikian pula hal ini dapat dilihat sebagai ketersambungan "sanad" kepada jam’iyah besar warisan KH. Hasyim Asy’ari. Kini, PCI NU Jerman menjadi rumah bagi sekitar 150 nahdliyin yang jumlahnya akan terus bertambah.
 
Gus Oding juga menyatakan bahwa perjalanan PCI NU Jerman masih panjang dan saat ini tengah menghadapi tantangan untuk "memasarkan" potensi uniknya yang belum tentu dimiliki PCI lainnya.
 
Banyak nahdliyin di Jerman yang memiliki kepakaran maupun pengalaman dalam berbagai bidang sains dan teknologi, yang dengan senang hati berkhidmah dalam rangka menyambut abad kedua NU, khususnya melalui tarekat transformasi digital menyambut revolusi industri 4.0.
 
Selain itu, PCI NU Jerman juga diharapkan menjadi jembatan antar berbagai pihak di Jerman dan Indonesia untuk saling mengisi, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM nahdliyin di Indonesia serta peran aktif NU dalam menginformasikan model Islam Nusantara untuk konteks negara Jerman.
 
"Yang tak kalah penting, PCI NU Jerman juga dituntut untuk terus berkomunikasi dan berkolaborasi dengan baik bersama organisasi-organisasi lainnya. Hal ini penting, mengingat survival rate dalam menghadapi revolusi industri 4.0 bergantung pada kolaborasi dengan berbagai pihak," tutup Gus Oding.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif