NEWSTICKER
Salah satu resor di pegunungan Alpen Prancis. (Foto: AFP)
Salah satu resor di pegunungan Alpen Prancis. (Foto: AFP)

Lima Warga Inggris di Alpen Terjangkit Korona

Internasional Virus Korona
Willy Haryono • 09 Februari 2020 18:14
Paris: Lima warga Inggris yang sedang berlibur di pegunungan Alpen Prancis didiagnosis terjangkit virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV). Kabar terjangkitnya kelima orang tersebut muncul satu pekan menjelang kedatangan ribuan keluarga asal Inggris yang hendak menghabiskan masa libur sekolah di Alpen.
 
Dilansir dari Bloomberg, kelima orang tersebut terdiri dari empat orang dewasa dan satu anak kecil. Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn menegaskan bahwa kelimanya memang terjangkit virus korona nCoV, namun tingkat keparahannya tidak serius.
 
Kasus lima orang ini dipicu kedatangan seorang warga Inggris ke Prancis pada 24 Januari. Individu tersebut diketahui pernah singgah selama tiga hari di Singapura sebelum bertolak menuju Haute Savoie di Alpen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemunculan virus korona nCoV di Alpen dapat memengaruhi rencana berlibur ribuan keluarga asal Inggris, yang biasanya datang ke pegunungan tersebut di masa liburan tengah semester. Menurut agensi Insee, resor ski di Alpen Prancis dapat mengakomodasi lebih dari 1 juta turis dalam satu waktu.
 
Menurut keterangan Buzyn, lima kasus terbaru ini merupakan bagian dari 11 orang yang tinggal di dua kabin yang sama di desa Les Contamines-Montjoie, Alpen.
 
"Kami sedang gencar mencari orang-orang yang mungkin telah melakukan kontak dengan mereka yang terinfeksi," kata kepala otoritas kesehatan setempat, Jean-Yves Grall.
 
Wali Kota Haute Savoie Etienne Jacquet mengatakan ancaman virus korona di wilayahnya relatif rendah. "Tidak perlu ada kekhawatiran dalam situasi saat ini," ucap dia.
 
Berdasarkan data terbaru Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok per hari ini, Minggu 9 Februari 2020, korban tewas virus korona mencapai 811 orang.
 
Untuk total jumlah infeksi virus korona di Tiongkok, angkanya telah melampaui 37 ribu. Dari angka tersebut, Tedros mengatakan bahwa hampir 25 ribu kasusnya berada di provinsi Hubei.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif