Staf medis mengevakuasi para korban luka dari lokasi ledakan di Lyon, Prancis, 24 Mei 2019. (Foto: AFP / PHILIPPE DESMAZES)
Staf medis mengevakuasi para korban luka dari lokasi ledakan di Lyon, Prancis, 24 Mei 2019. (Foto: AFP / PHILIPPE DESMAZES)

Ledakan Guncang Lyon Prancis, 13 Orang Terluka

Internasional ledakan bom prancis
Willy Haryono • 25 Mei 2019 10:35
Lyon: Sebuah ledakan mengguncang ruas jalan ramai pejalan kaki di jantung kota Lyon, Prancis, Jumat 24 Mei 2019. Melukai 13 orang, ledakan tersebut terjadi dua hari menjelang pemilihan umum Parlemen Eropa.
 
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut ledakan tersebut, yang disebut-sebut berasal dari sebuah paket berisi banyak serpihan besi, merupakan sebuah "serangan." Ia mengutus Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner ke Lyon untuk mengusut ledakan tersebut.
 
Kepolisian Prancis menyerukan kepada siapapun yang melihat atau mengetahui mengenai ledakan tersebut untuk melapor ke pihak berwenang. Berdasarkan foto dari rekaman kamera CCTV di lokasi, pelaku diyakini merupakan seorang pria berusia sekitar 30-an tahun yang menaiki sebuah sepeda gunung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam rekaman terlihat seorang pria mengenakan celana pendek dan pakaian lengan panjang berwrna gelap. Otoritas Prancis menyebut pria tersebut "berbahaya."
 
Menteri Hukum Prancis Nicole Belloubet mengatakan kepada saluran televisi BFM bahwa masih terlalu dini untuk mengkategorikan ledakan ini sebagai "aksi teroris."
 
"Seorang bocah perempuan berusia delapan tahun terluka. Kami lega karena tidak ada orang yang terluka serius, tapi kami yakin ledakan berasal dari sebuah alat," kata Denis Broliquier, Wali Kota Lyon, dilansir dari laman AFP.
 
Sumber kepolisian mengatakan paket bom itu juga diisi pelaku dengan "mur dan sekrup." Paket itu ditaruh di depan sebuah toko roti di persimpangan dua ruas jalan ramai pejalan kaki sekitar pukul 17.30 waktu setempat.
 
Ledakan terjadi di ruas jalan sempit antara sungai Saone dan Rhone. Warga di sekitar lokasi telah dievakuasi, dan tempat kejadian perkara dikelilingi garis polisi.
 
"Saya mendengar ledakan, yang awalnya saya kira adalah suara dari kecelakaan mobil," tutur Eva, seorang siswa berusia 17 tahun yang berada sekitar 15 meter dari lokasi ledakan.
 
Lyon adalah kota ketiga terbesar di Prancis. Populasi di kota tersebut dengan ditambah wilayah pinggirannya mencapai 2,3 juta jiwa.
 
Terakhir kalinya ada paket bom di Prancis adalah Desember 2007. Kala itu, ledakan di depan sebuah kantor hukum di Paris menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya. Polisi tidak pernah mengetahui pelaku peledakan tersebut.
 
Baca:Ledakan Dahsyat Guncang Prancis, Sejumlah Orang Terluka
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif