NEWSTICKER
Lokasi serangan udara yang menewaskan sejumlah militan ISIS di Barisha, provinsi Idlib, Suriah. (Foto: AFP/OMAR HAJ KADOUR)
Lokasi serangan udara yang menewaskan sejumlah militan ISIS di Barisha, provinsi Idlib, Suriah. (Foto: AFP/OMAR HAJ KADOUR)

Pemimpin Baru ISIS Teridentifikasi

Internasional isis
Willy Haryono • 21 Januari 2020 07:11
London: Surat kabar asal Inggris, Guardian, merilis artikel yang menyebutkan bahwa kelompok militan Islamic State (ISIS) sudah memiliki pemimpin baru usai kematian Abu Bakr al-Baghdadi. Mengutip pejabat dari dua badan intelijen, Guardian mengidentifikasi tokoh baru ini sebagai Amir Mohammed Abdul Rahman al-Mawli al-Salbi.
 
Salbi disebut sebagai salah satu pendiri ISIS, yang juga pernah memimpin perbudakan minoritas Yazidi di Irak. Ia juga disebutkan pernah memimpin beberapa operasi ISIS di sejumlah wilayah di dunia.
 
Sebelumnya pernah ada laporan bahwa ISIS menunjuk Abu Ibrahim al-Hashimi al-Quraishi sebagai pemimpin usai kematian Baghdadi di tangan Amerika Serikat pada Oktober lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun Guardian menyebut pengganti Baghdadi adalah Salbi, dan Quraishi hanyalah sebuah nom de guerre atau nama alias yang tidak dikenali oleh sejumlah agensi intelijen.
 
"Salbi adalah seorang veteran seperti Baghdadi," tulis surat kabar tersebut, dilansir oleh AFP, Senin 20 Januari 2020. Ia disebut lahir di keluarga Turkmen Irak di kota Tal Afar, dan merupakan satu dari sedikit petinggi ISIS yang non-Arab.
 
Mendapat gelar sarjana hukum Syariah dari Universitas MOsul, lanjut Guardian, Salbi dengan cepat masuk jajaran pemimpin karena memiliki latar belakang sebagai cendekiawan Islam.
 
Kementerian Luar Negeri AS menyebut Salbi sebagai salah satu "tokoh ideologi senior" ISIS yang "menjustifikasi penculikan, perdagangan dan pembunuhan etnis minoritas Yazidi di Irak."
 
Pada 2004, Salbi sempat ditahan pasukan AS di penjara Camp Bucca di Irak bagian selatan. Menurut Guardian, di penjara itulah Salbi bertemu dengan Baghdadi.
 
Agustus lalu, Kemenlu AS memasukkan nama Salbi ke daftar teroris paling diburu. Washington menyebut Salbi sebagai "tokoh potensial pengganti" Baghdadi.
 
AS telah menawarkan uang hadiah hingga USD5 juta (setara Rp68 miliar) untuk informasi yang dapat berujung pada penangkapan Salbi.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif