Kasus Eks Mata-Mata, Republik Ceko Bantah Produksi Gas Syaraf
Sergei Skripal dan putrinya, Yulia. (Foto: EPA/ YULIA SKRIPAL/FACEBOOK)
Praha: Republik Ceko membantah klaim Rusia bahwa pihaknya adalah satu dari empat negara pembuat gas syaraf yang digunakan terhadap eks mata-mata Sergei Skripal dan putrinya. 

Menteri Luar Negeri Republik Ceko Martin Stropnicky menegaskan tuduhan ini "sangat tidak berdasar" dan "benar-benar spekulatif."

Saat ini, Skripal dan putrinya, Yulia, masih dalam kondisi kritis di rumah sakit. Keduanya ditemukan tak sadarkan diri di sebuah bangun di Inggris selatan pada 4 Maret. 


Pemerintah Inggris menyebut Skripal dan Yulia diracun dengan gas syaraf buatan Rusia bernama Novichok. Rusia membantah terlibat dalam serangan tersebut. 

Stropnicky mengeluarkan pernyataan dalam merespons klaim dari juru bicara Kemenlu Rusia Maria Zakharova. 

Moskow menyebut Republik Ceko, Slovakia, Inggris, dan Swedia adalah empat negara yang kemungkinan telah memproduksi Novichok, gas syaraf dalam kasus Skripal. 

Zakharova menuding keempat negara itu telah melakukan "riset intensif" atas Novichok sejak akhir 1990-an hingga saat ini. 

"Kami harus memprotes klaim mengenai asal muasal Novichok, yang tentu saja sangat tidak berdasar," tegas Stropnicky, seperti dilansir BBC, Sabtu 17 Maret 2018. 

"Ini merupakan cara klasik dalam memanipulasi informasi di ruang publik; merilis klaim yang sangat spekulatif tanpa ada bukti pendukung," lanjut dia. 

"Informasi ini sudah muncul beberapa hari lalu di Sputnik," sebut Stropnicky, merujuk pada kantor berita asal Rusia. 

Sementara itu, Rusia berencana mengusir 23 diplomat Inggris dan juga menutup institusi pendidikan British Council di Negeri Beruang Merah. Ini merupakan balasan atas Inggris yang telah mengusir 23 diplomat Rusia.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360