Sebastian Kurz, Ketua Partai Rakyat Austria (OVP) membuat kesepakatan dengan Werner Kogler dari Partai Hijau. Foto: AFP
Sebastian Kurz, Ketua Partai Rakyat Austria (OVP) membuat kesepakatan dengan Werner Kogler dari Partai Hijau. Foto: AFP

Austria Perpanjang Larangan Berhijab di Sekolah

Internasional austria
Marcheilla Ariesta • 03 Januari 2020 18:03
Wina: Partai Konservatif dan Hijau Austria setuju untuk memperpanjang larangan berhijab di sekolah. Mereka juga setuju memperkenalkan 'penahanan dan pencegahan' terhadap pencari suaka berbahaya di bawah kesepakatan pemerintah koalisi.
 
Sebastian Kurz, Ketua Partai Rakyat Austria (OVP) membuat kesepakatan dengan Werner Kogler dari Partai Hijau. Kurz yang tengah dikandidatkan kembali menjadi Kanselir mengatakan kebijakan tersebut yang terbaik bagi Austria.
 
"Koalisi pemerintah bersepakat untuk kembali melarang penggunaan jilbab di sekolah untuk anak perempuan hingga usia 14 tahun," kata koran Konen Zeitung yang kemudian dikutip The Guardian, Jumat, 3 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu koalisi juga memberlakukan kembali rencana penahanan dan pencegahan para pencari suaka yang berpotensi berbahaya, bahkan walaupun mereka tidak berbuat kejahatan.
 
Awal tahun ini, pemerintah di bawah pimpinan Kurz mengusulkan penahanan pencari suaka yang dianggap menimbulkan risiko bagi publik tanpa perintah pengadilan. Pemerintah juga merencanakan pusat pengembalian untuk pencari suaka yang klaimnya ditolak.
 
Koalisi antara OVP dan Partai Hijau ini juga dimaksudkan untuk menjadikan Austria pelopor dalam perlindungan iklim. Austria ingin menjadi negara yang netral karbon pada 2040.
 
Kogler sendiri dinominasikan sebagai wakil kanselir. Dia mengatakan perjanjian mengenai iklim itu akan membuat pesawat sedikit lebih mahal dan naik kereta menjadi lebih murah.
 
Koalisi ini telah membahas mengenai kesepakatan selama beberapa pekan. Partai Kurz akan memiliki 10 menteri di pemerintahan baru, termasuk mereka yang bertanggung jawab atas kebijakan luar negeri, pertahanan, keuangan dan urusan dalam negeri. Sementara Partai Hijau akan memegang empat bidang, yakni lingkungan, keadilan, urusan sosial, olahraga dan budaya.
 
Kedua pihak juga sepakat untuk membentuk kelompok kerja pada sistem pajak yang lebih hijau. Menurut surat kabar Die Presse, CO2 akan dikenakan pajak lebih berat, tetapi tidak akan ada pajak karbon eksplisit.
 
Pajak yang lebih tinggi juga diperkirakan terjadi pada kendaraan barang berat yang paling berpolusi, masalah yang juga menjadi prioritas bagi negara di Uni Eropa.
 
Kebijakan hijau lainnya yang terkandung dalam kesepakatan koalisi termasuk rencana untuk kebebasan informasi hukum dan pengawasan yang lebih besar terhadap keuangan partai.
 
Kurz juga mengumumkan bahwa pajak perusahaan akan dipotong menjadi 21 dari 25 persen. Pajak penghasilan juga akan dikurangi untuk mereka yang termasuk dalam 25 persen, 35 persen dan 42 perssn saat ini, dengan tarif yang sesuai dipotong menjadi 20 persen, 30 persen dan 40 persen.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif