Ketua Jaksa ICC Fatou Bensouda. (Foto: Ellou Binanicellou Binani/AFP/Getty Images)
Ketua Jaksa ICC Fatou Bensouda. (Foto: Ellou Binanicellou Binani/AFP/Getty Images)

ICC Ingin Buka Investigasi 'Kejahatan Perang' di Gaza

Internasional jalur gaza palestina israel
Willy Haryono • 21 Desember 2019 13:09
Den Haag: Ketua Jaksa Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) mengaku ingin membuka sebuah investigasi mengenai dugaan terjadinya kejahatan perang di Wilayah Palestina. Fatou Bensouda mengatakan "kejahatan perang" mungkin telah atau sedang terjadi di wilayah pendudukan Israel di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.
 
ICC telah memeriksa dugaan kejahatan perang ini usai mendapat laporan dari Palestina pada 2015. ICC diminta untuk membuat sebuah putusan mengenai status wilayah pendudukan tersebut.
 
Menurut Bensouda, pihaknya telah mengumpulkan banyak informasi yang dinilai sudah cukup memenuhi syarat untuk dimulainya sebuah investigasi. Ia mengatakan ada basis kuat untuk memulai penyelidikan ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak ada alasan substansial untuk mengatakan bahwa investigasi ini tidak akan berarti apa-apa," kata Bensouda, dilansir dari BBC, Jumat 20 Desember 2019. Ia mengaku telah melayangkan surat ke jajaran hakim ICC untuk menentukan wilayah pendudukan mana yang akan diselidiki.
 
Belum diketahui kapan keputusan memulai investigasi akan keluar, namun Bensouda mengaku telah meminta hakim untuk segera membuat putusan agar kantornya dapat mengambil langkah lanjutan.
 
Bensouda tidak secara spesifik menyebutkan siapa "penjahat" di balik dugaan "kejahatan perang" ini. Namun menurut analis BBC cabang Timur Tengah, Alan Johnston, dakwaan nantinya dapat dilayangkan ke beberapa individu dari Israel dan juga Palestina.
 
Sejumlah koresponden BBC meyakini Bensouda akan fokus memulai awal penyelidikan terkait isu permukiman ilegal Israel dan operasi militernya di Jalur Gaza.
 
ICC telah memeriksa dugaan kejahatan perang yang dilakukan Israel sejak Juni 2014, satu bulan usai terjadinya perang antara personel militer Israel dan pejuang Palestina di Gaza.
 
Dalam perang tersebut, 2.251 pejuang Palestina, termasuk 1.462 warga sipil, tewas. Sementara dari kubu Israel, korban tewas meliputi 67 prajurit dan enam warga sipil.
 
Mengenai rencana ICC, Israel mengatakan langkah yang akan diambil Bensouda tidak berdasar. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa ICC "tidak memiliki yurisdiksi" dalam isu ini.
 
PM Netanyahu menuding ICC telah menjadi "sebuah alat politik untuk medelegitimasi status negara Israel." Israel, yang bukan merupakan anggota ICC, telah menduduki Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur dalam perang 1967.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif