NEWSTICKER
Imigran yang berupaya menggapai Eropa melalui jalur laut.. (Foto: AFP).
Imigran yang berupaya menggapai Eropa melalui jalur laut.. (Foto: AFP).

Yunani Siapkan Rencana Darurat Hadapi Kedatangan Imigran

Internasional imigran pencari suaka yunani
Arpan Rahman • 02 September 2019 17:12
Athena: Pemerintah Yunani mengumumkan langkah-langkah darurat untuk menangani ‘gelombang besar’ pencari suaka yang tiba dari Turki. Di tengah meningkatnya kekhawatiran krisis imigran 2015 yang berulang lagi di pesisir pantai negara itu.
 
Kapal-kapal bermuatan pria, wanita, dan anak-anak sekali lagi tiba di Kepulauan Aegean. Pemerintah sayap kanan yang baru berjanji meningkatkan patroli di sepanjang perbatasan laut yang menjadi sasaran para penyelundup manusia.
 
"Kami melihat gelombang besar dibawa oleh pedagang manusia menggunakan metode baru dan kapal yang lebih baik dan lebih cepat," Menteri Perlindungan Sipil Yunani, Michalis Chrysochoidis, berkata setelah langkah-langkah diumumkan pada akhir pekan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika situasinya berlanjut, kami akan mengulangi tahun 2015. Kami akan mengambil langkah-langkah demi melindungi perbatasan kami dan kami akan menjadi lebih ketat, lebih cepat dalam menerapkannya," serunya, disitat dari Guardian, Senin 2 September 2019.
 
Dia menambahkan bahwa Pemerintah Yunani juga akan meminta NATO dan Uni Eropa buat membantu meningkatkan patroli di daerah itu.
 
Peningkatan tajam dalam kedatangan imigran dan pengungsi tampaknya mengejutkan para pejabat. Pekan lalu, hampir 650 orang, termasuk 240 anak-anak yang sebagian besar berasal dari Afghanistan, mendarat dalam hitungan jam di Lesbos, pulau Aegean utara di garis depan krisis pengungsi empat tahun lalu.
 
Tindakan keras diterima para imigran di Turki, hunian bagi lebih dari 3,6 juta warga Suriah yang telantar. Pertempuran baru di Suriah tampaknya telah mendorong lompatan tersebut.
 
Pada Agustus, pihak berwenang Turki melaporkan peningkatan tujuh kali lipat mereka yang menyeberang ke Yunani. Hampir setengah dari 56.000 kedatangan pengungsi dan imigran di Eropa tahun ini tiba melalui pulau-pulau Yunani, menurut PBB.
 
LSM menggambarkan kamp-kamp di pulau-pulau itu membentang hingga ke titik puncak dengan laki-laki, perempuan, dan anak-anak dipaksa hidup dalam kondisi jorok. Hampir 11.000 orang saat ini dijejalkan ke Moria, pemukiman pengungsi utama di Lesbos, awalnya dirancang guna menampung paling banyak 3.000 orang.
 
Setelah seorang remaja Afghanistan terbunuh dalam perkelahian di kamp pekan lalu, Unicef meningkatkan kewaspadaan dan mengatakan lebih dari 1.100 anak-anak tanpa pendamping dipaksa untuk bertahan dalam kondisi ‘berbahaya dan penuh sesak’ di sejumlah fasilitas di seluruh Yunani.
 
Tidak sejak Maret 2016, ketika Uni Eropa mencapai kesepakatan kontroversial dengan Turki untuk membendung arus pengungsi, Yunani telah menyaksikan peningkatan jumlah tersebut.
 
Pada Jumat, Menteri Luar Negeri Yunani, Nikos Dendias, memanggil duta besar Turki sebagai protes.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif