Kepala Program Darurat Kesehatan WHO, Michael Ryan membela Tiongkok terkait korona. (Foto: The Irish Times).
Kepala Program Darurat Kesehatan WHO, Michael Ryan membela Tiongkok terkait korona. (Foto: The Irish Times).

Dikritik Terkait Korona, WHO Bela Tiongkok

Internasional Virus Korona
Marcheilla Ariesta • 15 Februari 2020 09:52
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membela Tiongkok atas kekecewaan yang dilontarkan Amerika Serikat. AS sebelumnya mengaku kecewa atas sikap Tiongkok yang terkesan tertutup dalam menangani krisis virus korona Covid-19.
 
Kepala Program Darurat Kesehatan WHO, Michael Ryan, mengatakan bahwa Tiongkok sejauh ini telah melakukan berbagai upaya kolaborasi dengan komunitas internasional untuk menangani wabah korona.
 
"Dari sudut pandang kami, pemerintah (Tiongkok) sudah bekerja sama dengan kami. Saya tidak setuju dengan komentar Larry Kudlow (kepala dewan ekonomi AS), bahwa Tiongkok tertutup dalam mengatasi masalah ini," tuturnya dikutip dari AFP, Sabtu 15 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, imbuh Ryan, setiap orang berhak mengemukakan pendapat. Namun WHO tidak mau mengeluarkan tuduhan apapun, termasuk mengenai penelitian AS yang menyebut bahwa Tiongkok terkesan menutupi perkembangan kasus korona.
 
Tudingan menutup-nutupi diserukan AS usai Tiongkok merevisi angka kematian akibat wabah dari kisaran mendekati 1.500 menjadi 1.380. Tiongkok mengaku merevisi angka karena ada penghitungan ganda provinsi Hubei.
 
"Sekarang bukan saatnya mengeluarkan tuduhan. Saat in semua orang harus fokus menangani dan menghentikan penyebaran virus," seru Ryan.
 
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang mengatakan pihaknya terbuka dan transparan dalam menyampaikan perkembangan wabah korona. Ia juga mengaku selalu memperbarui informasi korona dengan AS.
 
Sebelumnya, Kudlow mengaku kecewa dan menganggap Tiongkok tidak terbuka dalam menyampaikan informasi korona. Kekecewaannya berbanding terbalik dengan Presiden AS Donald Trump, yang mengaku yakin Tiongkok bisa menyelesaikan masalah korona ini dengan baik.
 
Hingga Sabtu ini, jumlah kematian telah melampaui 1.500. Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat ada 143 kematian pada Sabtu ini. Sementara jumlah kasus baru di hari yang sama mencapai 2.641 - sebagian besar di provinsi Hubei.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif