Pengungsi di Prancis yang terpaksa meninggalkan tempat penampungan. Foto: AFP
Pengungsi di Prancis yang terpaksa meninggalkan tempat penampungan. Foto: AFP

Ratusan Pengungsi Diusir dari Penampungan di Prancis

Internasional prancis
Arpan Rahman • 18 September 2019 19:14
Dunkirk: Ratusan orang, termasuk beberapa keluarga dan wanita hamil, diusir dari kamp pengungsi di Prancis. Pengusiran merebakkan kembali kekhawatiran akan memicu lonjakan lain dalam penyeberangan Selat Channel.
 
Polisi Prancis mengepung Espace Jeunes du Moulin di Grande Synthe, Dunkirk, sekitar jam 7:00 Selasa dan mulai mengawal orang-orang untuk menunggu jempuntan di tengah meningkatnya penyeberangan ke Inggris.
 
Sekitar 1.000 orang diperkirakan telah tinggal di pusat kebugaraan dan berkemah di halaman situs, termasuk 73 keluarga -- banyak di antaranya memiliki anak kecil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengusiran itu terjadi setelah perintah pengadilan dikeluarkan -- dilaporkan sebagai upaya menghentikan penyelundupan manusia ke gym dan menargetkan korban mereka serta untuk membendung kekerasan di daerah tersebut.
 
Beberapa pengungsi mengatakan kepada pekerja bantuan bahwa mereka belum tahu ke mana para penjemput membawa mereka.
 
Diperkirakan orang-orang itu mungkin menuju Brest di barat Prancis. Polisi Prancis mengatakan mereka melakukan evakuasi karena kekhawatiran atas keamanan dan kebersihan, menurut laporan media.
 
Para pejabat mengatakan bahwa para pengungsi dibawa ke tempat penampungan sementara dan diizinkan untuk mengajukan suaka. Pasukan Perbatasan dan petugas imigrasi terlihat mengamati proses tersebut.
 
Kantor Kementerian Dalam Negeri Inggris mengatakan stafnya diundang oleh pihak berwenang Prancis agar hadir sebagai bagian dari pekerjaan Inggris untuk menangani sejumlah upaya penyeberangan kapal.
 
Selama akhir pekan, staf dikirim ke kamp buat memperingatkan orang-orang tentang risiko menyeberangi Selat dengan perahu kecil, tambah Kemendagri Inggris.
 
Pekerja amal mengatakan penggusuran itu tidak ada gunanya karena banyak yang akan kembali ke Dunkirk atau Calais dan melanjutkan upaya mereka untuk sampai ke Inggris.
 
Clare Moseley, pendiri Care4Calais, berkata: "Pengusiran paksa terus-menerus tidak memengaruhi masalah mendasar yang menyebabkan orang mempertaruhkan hidup mereka menyeberangi Selat; bahkan kehancuran total Hutan Calais pada Oktober 2016 tidak menghentikan hal ini terjadi."
 
"Kecuali jalur hukum dibuka bagi orang untuk mengakses sistem suaka Inggris, mereka akan terus mengambil risiko yang mengancam jiwa untuk menyeberangi Selat, dan kehadiran beberapa perwakilan Kemendagri pada penggusuran yang bergejolak akan meyakinkan orang-orang yang putus asa hal sebaliknya, tampaknya sama sekali tidak ada gunanya," timpal seorang juru bicara untuk Hak Pengungsi Eropa, dirilis dari Independent, Rabu 18 September 2019.
 
Pekan lalu, keluarga yang tinggal di kamp mengatakan bagaimana mereka melarikan diri dari kekerasan di Irak dan berusaha mencapai Inggris agar anak-anak mereka dapat memiliki kehidupan yang lebih aman.
 
Sebagian besar tinggal di sana sementara mereka melakukan upaya hampir setiap hari untuk melakukan perjalanan ke Inggris dengan segala cara.
 
Gelombang penyeberangan Selat Channel terus berlanjut selama pekan lalu setelah peghentian izin kamp pengungsi di Prancis akan mendorong lebih banyak upaya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif