Berbagai tokoh hadiri Indonesia-Denmark Interfaith and Intermedia Dialogue (IDIID) ketiga. Foto: Dok.KBRI Kopenhagen
Berbagai tokoh hadiri Indonesia-Denmark Interfaith and Intermedia Dialogue (IDIID) ketiga. Foto: Dok.KBRI Kopenhagen

Indonesia-Denmark Belajar Bertoleransi Lewat Dialog Lintas Agama

Internasional indonesia-denmark Dialog Antar Agama
Marcheilla Ariesta • 04 Oktober 2019 10:31
Kopenhagen: Indonesia dan Denmark memiliki tantangan yang sama dalam mengatasi ujaran kebencian, berkembangnya intoleransi, dan ekstremisme. Karenanya, sebagai perwujudan komitmen untuk memajukan demokrasi, toleransi, dan kebebasan dalam beragama, kedua negara menyelenggarakan Indonesia-Denmark Interfaith and Intermedia Dialogue (IDIID) ketiga.
 
Komitmen kedua negara tersebut tercantum dalam 'Joint Declaration on an Innovative Partnership for the 21st Century' yang disepakati pada Oktober 2015.
 
Dialog Lintas Agama ini dinilai penting agar kedua negara bisa saling belajar menjaga keharmonisan dan keberagaman. Dalam hal ini, Indonesia menekankan pada kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab dengan memperhatikan hak-hak individu lain dan menjaga keharmonisan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para delegasi Indonesia dan Denmark yang terdiri dari pemuka agama, tokoh intelektual, serta praktisi media saling berbagi pandangan mengenai keragaman budaya, kebebasan beragama, peran pemuka agama dan masyarakat, serta upaya menangani penistaan agama.
 
Duta Besar RI untuk Denmark, Ibnu Said menyampaikan bahwa penggunaan platform digital untuk menyebarkan hoaks, memprovokasi, memicu polarisasi, fanatisme, ekstremisme dan ketidakharmonisan di masyarakat adalah pekerjaan rumah yang harus mendapat perhatian dan solusi.
 
"Peran media, unsur masyarakat, dan pemerintah dibutuhkan, utamanya penetapan dan implementasi kebijakan legal, upaya literasi bermedia sosial yang bertanggung jawab dan media yang menyuguhkan kebenaran tetapi tidak bias dan tidak memprovokasi," kata Ibnu dalam pernyataan tertulis KBRI Kopenhagen yang diterima Medcom.id, Jumat, 4 Oktober 2019.
 
Ketua Delegasi Denmark, Duta Besar Michael Suhr, menggarisbawahi pentingnya mempromosikan toleransi dan upaya untuk saling menghormati di antara masyarakat yang pluralis. Forum dialog ini dinilai sangat penting sebagai pondasi dasar kedua negara untuk meningkatkan kerja sama bilateral.
 
Selain itu, Suhr juga menekankan pentingnya pendidikan di masyarakat untuk memberikan pemahaman dan penjelasan akan pluralisme, keragaman budaya dan agama, serta tenggang rasa.
 
Rangkaian kegiatan the 3rd IDIID diawali dengan pertemuan kehormatan dengan Perwakilan Khusus Kantor Kebebasan Beragama atau Kepercayaan (FoRB) Denmark, serta sesi diskusi dengan panelis Indonesia dan Denmark. Selain itu, delegasi Indonesia juga berkesempatan melakukan kunjungan ke Danish Islamic Center dan berdialog dengan ulama Denmark.
 
Delegasi juga berkunjung dan berdiskusi dengan VINK, sebuah lembaga deradikalisasi ekstremisme di kota Kopenhagen. Kunjungan ini memberikan pemahaman yang lebih dalam terkait praktek beragama dan interaksi antar umat beragama di Denmark serta upaya Pemerintah Denmark dalam mengatasi ekstremisme.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif