Kopi dan Camilan di Paviliun Indonesia, Katowice, Polandia. Medcom.id/Dheri Agriesta
Kopi dan Camilan di Paviliun Indonesia, Katowice, Polandia. Medcom.id/Dheri Agriesta

Budaya, Camilan, dan Diplomasi Indonesia di COP24

Internasional perubahan iklim ktt perubahan iklim
Dheri Agriesta • 14 Desember 2018 06:02
Katowice: Aroma kopi, lantunan musik tradisional, dan penari, menjadi daya tarik tersendiri Paviliun Indonesia di Konferensi Perubahan Iklim COP24 UNFCCC di Katowice, Polandia. Hampir setiap hari Paviliun Indonesia disesaki pengunjung.
 
Paviliun Indonesia rutin mengadakan sesi diskusi dari Senin hingga Jumat. Tiga sampa empat sesi diskusi bertemakan lingkungan diadakan untuk memberi tahu capaian Indonesia dalam menangani sampah dan perubahan iklim.
 
Lepas sesi diskusi, para peserta ramai mengantre di bagian depan paviliun. Mereka mencicipi kopi dan camilan khas Indonesia yang disediakan. Beberapa tamu lain melihat penari yang diiringi musik tradisional di teras Paviliun Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kehangatan Indonesia begitu kental meski hawa musim dingin Kota Katowice terkadang menyusup ke dalam ruangan di sekitar Paviliun. Pengunjung pun tak cuma berasal dari Indonesia, tapi juga negara lain.
 
Penanggung Jawab Paviliun Indonesia Agus Justianto menyebut keramaian serupa ini biasa terjadi sejak pembukaan konferensi. Sejumlah kegiatan dan penampilan yang diadakan pun bukan tanpa makna.
 
"Kita menyelenggarakan Paviliun Indonesia merupakan strategi kita melakukan soft diplomasi, selain kita melakukan diplomasi di tingkat negosiasi, kita melakukan soft diplomasi," kata Agus saat berbincang dengan Medcom.id, Kamis, 13 Desember 2018.
 
Ragam kegiatan yang diadakan mau tak mau menarik perhatian para peserta konferensi untuk mampir. Mereka pun bisa menyimak sejumlah capaian dan kegiatan yang dilakukan Indonesia dalam penanganan perubahan iklim dalam setiap sesi diskusi.
 
Diskusi pun tak cuma dihadiri pemangku kepentingan di Indonesia. Tak jarang, diskusi juga dihadiri pemangku kepentingan dari negara lain dan organisasi internasional.
 
Agus menyebut cara ini cukup efektif untuk menyampaikan agenda yang ingin dibawa delegasi Indonesia di Konferensi Perubahan Iklim COP24 UNFCCC di Katowice, Polandia. Para peserta bisa mendengarkan capaian yang telah dilakukan Indonesia sembari mengunyang camilan seperti pempek dan kacang goreng.
 
"Ini (camilan dan penampilan budaya) juga jadi daya tarik Paviliun Indonesia dibandingkan paviliun negara lain," jelas Agus.
 
Lokasi paviliun yang cukup strategis juga sedikit membantu. Paviliun Indonesia berada tepat di pintu masuk Area E dan berada di sebelah paviliun tuan rumah Polandia.
 
"Allhamdulillah sampai minggu kedua ini tetap konsisten kita mengundang banyak peserta untuk hadir di Paviliun Indonesia," jelas Agus.
 
Budaya, Camilan, dan Diplomasi Indonesia di COP24
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya bersama perwakilan delegasi Indonesia di depan Paviliun Indonesia
 
Salah satu peserta konferensi asal Polandi Monica begitu telaten menyaksikan diskusi yang diadakan di Paviliun Indonesia. Usai diskusi, Monica ikut mengantre bersama peserta lain untuk mengambil beberapa camilan dan kopi.
 
"Paviliun yang sangat indah, mungkin paling indah di COP24," kata Monica sembari menyamil kacang goreng dan keripik pisang.
 
Monica mengaku belum pernah ke Indonesia. Berkunjung ke Paviliun Indonesia membuatnya tertarik untuk berkunjung.
 
Tess, peserta asal Australia mengaku senang berkunjung ke Paviliun Indonesia. Ia mengaku seolah berada di Indonesia karena penampilan budaya dan alunan musik.
 
Tess juga mengapresiasi diskusi yang diadakan di paviliun. "Sangat informatif, saya mungkin akan berkunjung di diskusi lainnya," kata Tess.
 
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman beberapa kali berkunjung ke Paviliun Indonesia saat berada di area konferensi. Luhut mengapresiasi keberadaan paviliun Indonesia.
 
"Paviliun kita kan bagus sekali, jadi kalau ada isu bahwa kosong, ya memang Sabtu dan Minggu tidak ada kegiatan, tapi tadi penuh, sampai duduk pun susah tadi," jelas Luhut Senin, 11 Desember 2018.

 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif