Kasus Korupsi, Presiden AS Monaco Ditahan
Dmitry Rybolovlev (kiri) meninggalkan gedung persidangan di Monaco terkait perseteruannya dengan pengusaha barang seni pada Oktobr 2018. (Foto: AFP/Valery Hache)
Monaco: Taipan perusahaan pupuk dan juga Presiden klub sepak bola AS Monaco Dmitry Rybolovlev ditahan otoritas Monaco untuk menjalani pemeriksaan kasus dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang, Selasa 6 November.

Menurut keterangan media Le Monde, seperti dikutip dari RT, Rabu 7 November 2018, polisi menggeledah rumah hewan Cote d'Azur milik Ryblolovlev pada Selasa pagi.

Majalah Forbes mengestimasi kekayaan Ryblolovlev mencapai USD6,8 miliar atau setara hampir Rp100 triliun. Penahanan pria 51 tahun asal Rusia itu terjadi beberapa jam menjelang pertandingan AS Monaco dalam Liga Champions di Stade Louis II.


Pengacara Rybolovlev, Herve Temime dan Thomas Giaccardi, mengaku "menyayangkan pelanggaran kerahasiaan dari penyelidikan (kasus dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang)."

"Kami meminta agar semua pihak menghormati asas praduga tak bersalah terhadap Rybolovlev," lanjut mereka.

September lalu, Philippe Narmino, menteri keadilan Monaco, mengundurkan diri terkait kasus Rybolovlev. Dalam beberapa bulan terakhir, otoritas Monaco terus mendekati Rybolovlev yang dianggap menyalahgunakan kekuasaannya untuk merayu sejumlah pejabat agar menangkap Yves Bouvier.

Bouvier adalah seorang pengusaha barang-barang seni yang dituduh Rybolovlev pernah menipu dirinya.

Ini bukan kali pertama Rybolovlev ditahan polisi. Ia pernah dipenjara selama satu tahun di Rusia atas tuduhan membunuh rival bisnis di pertengahan 1990-an. Rybolovlev akhirnya dibebaskan setelah ada pengakuan seorang pria yang membersihkan namanya.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id