NEWSTICKER
Presiden Rusia Vladimir bersama, Dmitry Medvedev yang baru saja mengundurkan diri sebagai PM Rusia. Foto: AFP
Presiden Rusia Vladimir bersama, Dmitry Medvedev yang baru saja mengundurkan diri sebagai PM Rusia. Foto: AFP

Perubahan Kilat dalam Pemerintahan Rusia

Internasional politik rusia vladimir putin rusia
Arpan Rahman • 16 Januari 2020 13:08
Moskow: Kabinet Rusia telah mengundurkan diri, beberapa jam setelah Presiden Vladimir Putin mengusulkan perubahan konstitusi yang dapat memperpanjang masa kekuasaannya.
 
Jika disetujui oleh publik, usulnya akan mengalihkan kekuasaan dari kursi kepresidenan ke parlemen.
 
Kekuasaan Putin akan berakhir pada 2024 ketika masa jabatan keempatnya usai. Tapi timbul spekulasi dia bisa mencari peran baru atau mempertahankan kekuasaan di balik layar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Putin mengajukan rencananya dalam pidato kenegaraan tahunan kepada anggota parlemen. Kemudian, dalam langkah yang tidak terduga, Perdana Menteri Dmitry Medvedev mengumumkan bahwa pemerintah mengundurkan diri untuk membantu memfasilitasi perubahan.
 
Sumber-sumber pemerintah Rusia mengatakan kepada BBC bahwa para menteri tidak tahu tentang pengunduran diri pemerintah sebelum pengumuman.
 
"Itu benar-benar kejutan," kata satu sumber.
 
Sementara Presiden Putin mengatakan, dalam pidatonya di kedua majelis parlemen bahwa akan ada pemungutan suara nasional tentang perubahan. Voting itu terkait perubahan mengalihkan kekuasaan dari kursi kepresidenan ke parlemen.
 
Reformasi konstitusional termasuk memberikan majelis rendah parlemen, Majelis Duma, "tanggung jawab yang lebih besar" untuk mengangkat perdana menteri dan kabinet. Saat ini, presiden menunjuk perdana menteri, dan Duma menyetujui keputusan tersebut.
 
Putin juga menyarankan peningkatan peran untuk badan penasihat yang disebut Dewan Negara. Dewan, yang saat ini diketuai oleh Putin, terdiri dari kepala daerah federal Rusia. Putin mengatakan itu terbukti 'sangat efektif’.
 
Langkah-langkah lain termasuk membatasi supremasi hukum internasional, mengubah aturan yang membatasi masa jabatan presiden menjadi dua periode berturut-turut. Selain itu memperkuat undang-undang yang melarang calon presiden yang memiliki kewarganegaraan asing atau izin tinggal asing.
 
Medvedev membuat pengumuman di televisi pemerintah dengan Presiden Putin duduk di sebelahnya.
 
"Perubahan-perubahan ini, ketika itu diadopsi akan memperkenalkan perubahan besar tidak hanya untuk seluruh jajaran artikel konstitusi, tetapi juga bagi seluruh keseimbangan kekuasaan, kekuatan eksekutif, kekuatan legislatif, kekuatan peradilan," kata Medvedev tentang proposal Putin.
 
"Dalam konteks ini pemerintah dalam bentuk saat ini telah mengundurkan diri," tegasnya, dilansir dari BBC, Kamis 16 Januari 2020.
 
Putin berterima kasih kepada Medvedev atas pekerjaannya tetapi mengatakan ‘belum semuanya’ tercapai. Dia meminta Medvedev untuk menjadi wakil kepala Dewan Keamanan Nasional, yang diketuai oleh mantan Kepala KGB itu.

Sekutu terdekat


Presiden kemudian mencalonkan kepala layanan pajak Mikhail Mishustin untuk menggantikan Medvedev sebagai perdana menteri.
 
Medvedev telah menjadi perdana menteri selama beberapa tahun. Dia sebelumnya menjabat sebagai presiden dari 2008-2012, berganti peran dengan Putin -- sekutu dekatnya -- sesudah yang terakhir menjabat dua masa jabatan pertamanya sebagai presiden. Konstitusi Rusia hanya memungkinkan presiden untuk menjalani dua masa jabatan berturut-turut.
 
Bahkan ketika dia menjadi perdana menteri, Putin secara luas dipandang sebagai kekuatan di belakang Presiden Medvedev saat itu.
 
Pemimpin oposisi dan kritikus Kremlin terkemuka Alexei Navalny mengatakan dia percaya bahwa referendum tentang perubahan konstitusi akan menjadi "omong kosong penipuan". Dia katakan tujuan Putin adalah menjadi "pemimpin tunggal seumur hidup".
 
Terakhir kali Rusia mengadakan referendum adalah pada 1993 ketika negara itu mengadopsi konstitusi di bawah Presiden Boris Yeltsin, pendahulu Putin.
 
Putin menjadi penjabat presiden setelah pengunduran diri Yeltsin pada 1999 dan secara resmi dilantik setahun kemudian. Dia telah memegang tampuk kekuasaan -- sebagai presiden atau perdana menteri -- sejak saat itu.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif