Moskow: Polisi antihur-hara Rusia menangkap pemimpin oposisi Alexei Navalny di Moskow, Sabtu 5 Mei 2018, dua hari menjelang pelantikan Vladimir Putin sebagai presiden.
Dia digiring di tengah kerumunan demonstran, yang berkumpul untuk memprotes berlanjutnya kepemimpinan Putin untuk periode keempat.
Unjuk rasa di Moskow dan kota terbesar kedua di Rusia, St Petersburg, tidak mendapat persetujuan pemerintah.
Seperti dikutip BBC, sedikitnya 1.000 penangkapan serupa juga terjadi di seantero Rusia.
Pada Minggu 6 Mei pagi, Navalny dibebaskan polisi usai dituntut atas tuduhan mengkoordinasikan unjuk rasa dan melawan perintah petugas.
Dalam unjuk rasa di Lapangan Pushkin Moskow, para pedemo meneriakkan slogan "tsar harus turun!." Tsar adalah julukan bagi kaisar di zaman pra-revolusi Rusia. Ada juga yang meneriakkan, "Rusia tanpa Putin! dan "Penjarakan tsar!."
Sejumlah aktivis berunjuk rasa di media sosial Twitter dengan menuliskan tagar "Dia bukan tsar kita."
Sementara itu unjuk rasa mendukung pemerintah digelar di lokasi yang sama di Moskow. Demonstrasi ini bertajuk Gerakan Pembebasan Nasional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan