Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Rudal Baru Rusia di Tengah Perselisihan Nuklir AS

Internasional as-rusia
Arpan Rahman • 24 Januari 2019 15:59
Moskow: Militer Rusia merilis spesifikasi rudal barunya. Mereka berupaya menepis klaim Amerika Serikat bahwa senjata itu melanggar pakta persenjataan nuklir utama.
 
Militer negeri Beruang Merah menegaskan rudal jelajah SSC-8 darat terbaru (juga dikenal sebagai Novator 9M729) sesuai dengan batasan Perjanjian Persenjataan Nuklir Jarak-Menengah 1987 (Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty/INF).
 
Pameran itu muncul ketika AS mengumumkan niatnya meninggalkan INF, mengklaim rudal baru itu melanggar ketentuan pakta yang melarang produksi, pengujian, dan penyebaran rudal berbasis darat dan rudal balistik dengan jangkauan 500 hingga 5.500 kilometer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihak Washington berkata akan menangguhkan kewajiban perjanjiannya jika Rusia tidak patuh dalam batas waktu 2 Februari.
 
Letnan Jenderal Mikhail Matveevsky, kepala pasukan rudal dan artileri militer, menuturkan pada pertemuan dengan para atase militer asing bahwa rudal baru itu memiliki jangkauan maksimum 480 kilometer.
 
Dia katakan, rudal 9M729 berbeda dari model 9M728 sebelumnya dengan memiliki hulu ledak yang dimodifikasi dan sistem panduan yang meningkatkan kemampuannya. Militer kemudian memperlihatkan senjata itu beserta peluncurnya saat presentasi di pusat pamerannya di dekat Moskow.
 
Letjen Matveevsky bersikeras bahwa peluncur rudal baru, mesin jelajah, dan tangki bahan bakar tetap tidak berubah. Dia tambahkan, rudal baru memiliki jangkauan kurang dari 10 kilometer dari model yang lebih lama karena hulu ledak yang lebih berat dan sistem kontrol.
 
Jenderal Rusia itu menekankan bahwa rudal baru tidak dapat dimodifikasi dalam kondisi lapangan. Matveevsky berkata, peluncur bergerak yang dimodifikasi buat jenis rudal baru lebih besar karena membawa empat di antaranya daripada dua seperti yang sebelumnya.
 
Dia menambahkan bahwa militer memberikan presentasi untuk menggarisbawahi: "Peningkatan transparansi dan kepatuhan kami terhadap Perjanjian INF," cetusnya, seperti disitir dari laman ITV, Rabu 23 Januari 2019.
 
Kremlin dengan tegas membantah klaim AS atas pelanggaran pakta Rusia. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, mencatat bahwa AS belum mengajukan data apa pun guna membuktikan klaimnya bahwa Rusia telah menguji coba rudal itu pada kisaran yang melampaui batas perjanjian.
 
Dia tegaskan AS mengabaikan tawaran Moskow untuk memeriksa rudal yang dibuat selama pembicaraan di Jenewa awal bulan ini -- penolakan yang dia duga mencerminkan kurangnya minat AS dalam negosiasi yang berarti.
 
Ryabkov mengatakan, AS telah menjelaskan selama kontak diplomatik bahwa keputusan Presiden Donald Trump meninggalkan pakta adalah final dan tidak akan dibahas.
 
Wakil Menlu AS Andrea Thompson, yang memimpin pihak Amerika dalam pembicaraan itu, mengatakan tawaran Moskow tidak memadai.
 
"Hanya melihat rudal tidak mengkonfirmasi jarak yang bisa ditempuh rudal, dan pada akhirnya itu adalah pelanggaran perjanjian," katanya kepada wartawan, pekan lalu.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif