Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern memimpin perang terhadap ekstremisme online bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: AFP).
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern memimpin perang terhadap ekstremisme online bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: AFP).

Macron-Ardern Pimpin KTT Lawan Ekstremisme Online

Internasional terorisme Penembakan Selandia Baru
Fajar Nugraha • 15 Mei 2019 14:49
Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern Rabu akan menjamu para pemimpin dunia lainnya dan para pemimpin teknologi terkemuka untuk meluncurkan inisiatif baru untuk mengatasi ekstremisme online.
 
Baca juga: Rencana PM Selandia Baru dan Presiden Prancis Perangi Ekstremisme.
 
Inisiatif itu, yang dikenal sebagai ‘Christchurch call’, didorong oleh Ardern setelah seorang simpatisan supremasi kulit putih seorang diri menembak mati 51 orang dalam sebuah pembantaian di dua masjid di kota Selandia Baru pada Maret. Insiden itu adalah bentuk kekejaman terburuk yang terjadi di Negeri Kiwi baru-baru ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mereka yang hadir dalam forum akan diminta untuk berkomitmen pada janji untuk menghilangkan konten teroris dan kekerasan ekstremis di media sosial dan platform online lainnya.
 
Pertemuan politik akan berjalan paralel dengan inisiatif yang diluncurkan oleh Macron bertema ‘Tech for Good’ yang akan mempertemukan 80 kepala teknologi di Paris untuk menemukan cara bagi teknologi baru untuk bekerja demi kebaikan bersama.
 
KTT itu datang karena ada kesadaran yang berkembang bahwa penyalahgunaan media sosial oleh para ekstremis saat ini harus dilawan, setelah penyerang Christchurch menyiarkan rekaman langsung di Facebook dari kamera yang dipasang di kepala.
 
Tidak ada Zuckerberg
 
PM Ardern telah menjadi kekuatan pendorong di belakang KTT Paris setelah tragedi di Christchurch.
 
Pemimpin Selandia Baru itu mendapatkan perhatian dan rasa hormat internasional yang besar setelah serangan dengan menjangkau komunitas Muslim di rumah dan bersumpah akan melakukan penumpasan besar-besaran terhadap konten ekstremis.
 
Para pemimpin penting lainnya yang hadir termasuk Raja Yordania Abdullah II, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Inggris Theresa May dan ketua Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker.
 
Tokoh terkemuka dari jaringan teknologi dan sosial juga akan hadir, terutama pendiri dan kepala eksekutif Twitter Jack Dorsey yang juga akan melakukan pembicaraan bilateral dengan Ardern.
 
Namun mengecewakan beberapa orang, yang absen penting adalah kepala Facebook Mark Zuckerberg, yang mengadakan pembicaraan di Paris dengan Macron pekan lalu.
 
Raksasa jejaring sosial itu, mendapat kecaman dari semua penjuru atas tanggapannya terhadap konten ekstremis yang kejam. Sebaliknya Facebook akan diwakili oleh wakil presiden untuk urusan global dan komunikasi Nick Clegg, mantan Wakil Perdana Menteri Inggris.
 
Pertemuan panggilan Christchurch akan berlangsung sekitar 1400 GMT dan selesai dengan konferensi pers oleh Ardern dan Macron pada 1600 GMT. Pertemuan Tech for Good juga akan dihadiri oleh CEO aplikasi Uber Dara Khosrowshahi, yang nantinya akan melakukan pembicaraan bilateral dengan Macron.
 
Bentuk perubahan
 
Dalam sebuah opini di The New York Times selama akhir pekan, Ardern mengatakan pembantaian Christchurch menggarisbawahi ‘tren baru yang mengerikan’ dalam kekejaman ekstremis.
 
"Ini dirancang untuk disiarkan di internet. Seluruh acara disiarkan langsung, skala jangkauan video mengerikan ini mengejutkan," tulisnya, seperti dikutip AFP, Rabu, 15 Mei 2019.
 
“Facebook menghapus 1,5 juta salinan video dalam waktu 24 jam setelah serangan. Tetapi masih ada ditemukan rekaman penembakan yang secara tidak sengaja melihat ketika diputar secara otomatis di feed media sosial mereka,” tuturnya.
 
"(Kami) meminta kedua negara dan perusahaan swasta untuk membuat perubahan untuk mencegah posting konten teroris online, untuk memastikan penghapusan yang efisien dan cepat dan untuk mencegah penggunaan streaming langsung sebagai alat untuk menyiarkan serangan teroris," tegas Ardern, menulis di The Times.
 
Seorang pejabat Selandia Baru mengatakan, dia menemukan mitra alami untuk memerangi ekstremisme online di diri Macron. Macron telah berulang kali menyatakan bahwa status quo tidak dapat diterima.
 
"Macron adalah salah satu pemimpin pertama yang memanggil perdana menteri setelah serangan itu, dan ia telah lama menjadikan menghapus konten online yang penuh kebencian sebagai prioritas," kata Duta Besar Selandia Baru untuk Prancis, Jane Coombs.
 
"Ini masalah global yang membutuhkan respons global," imbuhnya.
 
Sumber kepresidenan Prancis mengatakan sudah waktunya bagi perusahaan teknologi untuk "mengantisipasi bagaimana fitur mereka akan dieksploitasi."
 
Perusahaan sendiri akan didesak untuk membuat langkah konkret, kata sumber itu, misalnya dengan memesan siaran langsung ke akun media sosial yang pemiliknya telah diidentifikasi.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif