Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Hasan Kleib memperkenalkan gamelan di kantor PBB. (Foto: Watapri Jenewa)
Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Hasan Kleib memperkenalkan gamelan di kantor PBB. (Foto: Watapri Jenewa)

Gamelan Dipamerkan di Kantor PBB, Cerminkan Filosofi Indonesia

Marcheilla Ariesta • 11 April 2019 05:14
Jenewa: Gamelan Indonesia diperkenalkan di Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss. Wakil Tetap RI di Jenewa Hasan Kleib mengatakan gamelan mencerminkan filosofi bangsa Indonesia.
 
"Gamelan bukan hanya merupakan sebuah bentuk seni tradisional, namun secara lebih mendasar lagi, mencerminkan filosofi bangsa Indonesia yang terkait dengan semangat perdamaian, harmoni dan toleransi dalam persatuan," ungkapnya dalam pembukaan lokakarya Gamelan di Perpustakaan Kantor PBB di Jenewa berjudul ´The Gamelan: A Collaborative Musical Workshop', dikutip dari keterangan PTRI Jenewa yang diterima Medcom.id, Rabu 10 April 2019.
 
Lokakarya gamelan ini diselenggarakan atas kerja sama antara PTRI Jenewa dengan Perpustakaan Kantor PBB di Jenewa, serta sekolah musik Un, Deux, Trois, Musiques di Sion, serta Université de Genève dan Haute École de Musique de Genève di Jenewa, pada 5 April 2019. 

Hasan menyampaikan makna kerja sama dan harmoni yang dihasilkan dalam musik Gamelan juga mencerminkan semangat kerja sama multilateralisme yang Indonesia majukan di forum PBB dan Organisasi Internasional lainnya. Dia menegaskan para pemain gamelan harus saling mendengarkan dan bertoleransi.
 
"Tanpa kerja sama antar instrumen atau antarnegara, maka PBB tidak akan berhasil menangani persoalan global dan harmoni hubungan antar-bangsa sebagaimana mandat Piagam PBB," tutur Hasan.
 
Sementara itu, Direktur Perpustakaan Kantor PBB di Jenewa, Francesco Pisano, menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan PTRI Jenewa. Dia menegaskan lokakarya gamelan ini merupakan kolaborasi pertama program 'Knowledge and Learning Commons' Perpustakaan Kantor PBB di Jenewa dengan Perutusan Tetap asing untuk PBB di Jenewa, Swiss.
 
Sekitar 70 peserta, yang terdiri dari staf Kantor PBB, pejabat diplomatik, serta para murid sekolah musik di Jenewa, menghadiri lokakarya gamelan. Lokakarya berlangsung selama 3 jam dan terbagi atas 2 sesi di mana 30 peserta berkesempatan untuk memainkan gamelan secara langsung. Peserta juga berkesempatan mencicipi kudapan khas Indonesia seperti klepon, arem-arem, dan risoles. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan