Putin Bela Penyitaan atas Kapal Ukraina
Kapal tongkang Ukraina (kanan) yang ditahan kapal perang Rusia. (Foto: FSB/Sputnik).
Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin bersikeras bahwa pasukan Rusia berada jalan yang tepat untuk merebut tiga kapal Ukraina akhir pekan lalu. Menurut Putin, Ukraina telah melakukan provokasi di sekitar Selat Kerch, Semenanjung Krimea.

Putin mengatakan bahwa kapal Ukraina telah memasuki perairan teritorial Rusia dan menolak untuk menanggapi permintaan untuk berhenti saat dikejar kapal patroli Rusia.

"Apa yang mereka (pasukan Rusia) seharusnya lakukan?" ujar Putin ketika ditanya tentang insiden itu.


"Mereka memenuhi tugas militer mereka. Mereka memenuhi fungsi sah mereka dalam melindungi perbatasan Rusia. Mereka akan melakukan hal yang sama di negara Anda,” tegas Putin, seperti dikutip AFP, Kamis, 29 November 2018.

Moskow dan Kiev terus bergantian melontarkan kecaman saat kapal Angkatan Laut Rusia menembaki, menaiki dan menangkap tiga kapal Ukraina di lepas pantai Krimea. Presiden Ukraina Petro Poroshenko bahkan memperingatkan ancaman perang skala penuh dengan Rusia.  Pada Rabu 28 November, Porshenko menandatangani pemberlakukan darurat militer selama 30 hari di wilayah yang berbatasan dengan Rusia, Laut Hitam dan Laut Azov.

Dia juga mengimbau anggota NATO termasuk Jerman untuk mengirim kapal-kapal angkatan laut ke wilayah itu untuk mendukung negaranya dalam kebuntuan.

"Jerman adalah salah satu sekutu terdekat kami, dan kami berharap bahwa negara-negara dalam NATO sekarang siap untuk merelokasi kapal-kapal laut ke Laut Azov guna membantu Ukraina dan memberikan keamanan," katanya dalam komentar yang diterbitkan Kamis oleh harian Jerman, Bild.

Pemerintah Barat telah bersatu di belakang Ukraina dan menuduh Rusia secara ilegal memblokir akses ke Laut Azov dan menggunakan kekerasan tanpa pembenaran. Trump pada Selasa mengancam untuk membatalkan pembicaraan yang direncanakan dengan Putin pada KTT G20 minggu ini di Buenos Aires terkait insiden itu.

Gedung Putih pada hari Rabu mengatakan Trump dan mitra Turki Recep Tayyip Erdogan membahas insiden Ukraina-Rusia melalui telepon dan "kedua pemimpin menyatakan keprihatinan mendalam tentang insiden di Selat Kerch dan berlanjutnya penahanan kapal dan awak Ukraina".



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id