Pesawat maskapai Thomas Cook Airlines berada di sebuah bandara di Frankfurt, Jerman, 23 September 2019. (Foto: AFP/dpa/SILAS STEIN)
Pesawat maskapai Thomas Cook Airlines berada di sebuah bandara di Frankfurt, Jerman, 23 September 2019. (Foto: AFP/dpa/SILAS STEIN)

Biro Travel Tertua Inggris Bangkrut, Ribuan Pelancong Telantar

Internasional penerbangan dunia inggris
Marcheilla Ariesta • 24 September 2019 09:58
London: Thomas Cook, biro travel tertua di Inggris, dinyatalan bangkrut pada Senin, 23 September. Kolapsnya Thomas Cook membuat ratusan ribu wisatawan di seluruh dunia telantar.
 
Kepala Eksekutif Thomas Cook, Peter Fankhauser, menyampaikan penyesalan mendalam karena perusahaannya telah gulung tikar. Perusahaan dinyatakan bangkrut setelah gagal mengamankan paket penyelamatan dari para kreditor
 
"Saya ingin meminta maaf kepada jutaan pelanggan kami, ribuan karyawan, pemasok, dan mitra yang telah mendukung kami selama bertahun-tahun," kata Fankhauser dilansir dari Channel News Asia, Senin, 23 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) Inggris mengatakan Thomas Cook telah resmi menghentikan penjualan tiket mereka. Pemerintah Inggris akan bekerja sama dengan perusahaan tersebut untuk memulangkan lebih dari 150 ribu pelanggan telantar hingga dua pekan ke depan.
 
Pemerintah dan regulator penerbangan mengatakan, beberapa gangguan penerbangan tidak dapat dihindari karena situasi terkini seputar Thomas Cook.
 
"Thomas Cook telah menghentikan penjualan, sehingga semua penerbangannya dibatalkan," kata CAA.
 
Runtuhnya Thomas Cook menandai akhir dari sepak terjang salah satu perusahaan tertua di Inggris, yang memulai bisnisnya pada 1841. Perusahaan ini merintis dengan menjual perjalanan kereta api lokal, dan berhasil bertahan dari dua perang dunia. Thomas Cook terus berkembang, dan menjadi perusahaan perintis paket liburan pertama di Eropa dan juga perjalanan jarak jauh.
 
Tidak hanya urusan penerbangan, Thomas Cook juga mengelola hotel, resor, dan lainnya. Saat ini, masih ada sekitar 600 ribu pelanggan Thomas Cook yang menanti untuk dipulangkan.
 
Keadaan ini memaksa Pemerintah Inggris dan perusahaan asuransi untuk mengoordinasikan operasi 'penyelamatan' besar.
 
Kebangkrutan Thomas Cook salah satunya diakibatkan utang fantastis sebesar GBP1,7 miliar atau sekitar Rp29,7 triliun. Thomas Cook juga tumbang karena kalah bersaing dengan sejumlah biro perjalanan, kurang gesit mengikuti pasar travel yang terus berubah, dan terkena dampak peristiwa geopolitik yang tak terhindarkan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif