Kanselir Austria Sebastian Kurz dipusingkan dengan banyaknya menteri dari sayap kanan yang mundur. (Foto: AFP).
Kanselir Austria Sebastian Kurz dipusingkan dengan banyaknya menteri dari sayap kanan yang mundur. (Foto: AFP).

Diterpa Skandal, Seluruh Menteri Partai Sayap Kanan Austria Mundur

Internasional austria
Arpan Rahman • 21 Mei 2019 14:23
Wina: Semua menteri dari Freedom Party (FPO) yang berhaluan sayap kanan di pemerintahan Austria mengundurkan diri. Kondisi ini membuat pemerintah dalam kegemparan.
 
Pemimpin FPO Heinz-Christian Strache, yang juga wakil kanselir, terpaksa mengundurkan diri pada akhir pekan setelah terungkapnya sebuah video.
 
Strache terekam dalam video sedang mengusulkan untuk menawarkan kontrak pemerintah kepada keponakan lelaki dari seorang tokoh oligarki Rusia. FPO mengancam pengunduran diri massal sebelumnya pada Senin jika Menteri Dalam Negeri Herbert Kickl juga dipaksa mundur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kanselir Sebastian Kurz telah menyerukan di akhir pekan agar Kickl dipecat, seraya mengatakan bahwa sebagai sekretaris jenderal partai ia harus bertanggung jawab atas skandal tersebut.
 
“Kami terkejut dengan ulah Strache, ini adalah bentuk pendekatan yang salah dalam politik,” tegas Kurz, pekan lalu, seperti dikutip BBC, Selasa, 21 Mei 2019.
 
“Video itu jelas memiliki dampak kriminal. Setiap tindakan ilegal harus diklarifikasi,” imbuh Kurz.
 
Kurz sebelumnya mengakui bahwa ini bukan pertama kalinya dia mengalami kesulitan dengan FPO. “Bahkan ketika saya tidak mengungkapkannya di publik, sulit bagi saya untuk mencernanya. Setelah video ini, cukup bagi saya, sungguh memuakan,” ungkapnya.
 
Skandal itu pecah pada Jumat ketika rekaman dari 2017 diterbitkan di media Jerman, menunjukkan Strache dan pejabat FPO lainnya mengusulkan hendak menawarkan kontrak pemerintah kepada keponakan laki-laki seorang pengusaha Rusia.
 
Strache mengundurkan diri sehari berselang dan Kurz -- Ketua People's Party (OVP) yang berasal dari moderat kanan -- mengatakan pemilihan umum baru harus diadakan.
 
Para menteri FPO yang mengundurkan diri termasuk menteri luar negeri dan menteri pertahanan, perhubungan, dan sosial. FPO terdiri dari setengah kabinet pemerintah.
 
Skandal video terjadi di waktu yang janggal untuk partai itu. Para pemilih di seluruh Uni Eropa siap pergi ke tempat pemungutan suara pada 23-26 Mei, dalam pemilihan Parlemen Eropa. Secara luas pemilu UE kali ini diperkirakan meningkatkan jumlah anggota parlemen Eropa sayap kanan dan Euroskeptik lainnya.
 
Sebelum skandal itu pecah, FPO diharapkan mencetak suara sekitar 20 persen dalam pemilu Eropa.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif