Milisi Yaman terus berupaya merebut kembali kekuasaan dari tangan Pemberontak Houthi. (Foto: AFP).
Milisi Yaman terus berupaya merebut kembali kekuasaan dari tangan Pemberontak Houthi. (Foto: AFP).

Inggris Bekukan Penjualan Senjata untuk Arab Saudi

Internasional arab saudi inggris
Fajar Nugraha • 21 Juni 2019 11:38
London: Pemerintah Inggris membekukan izin membeli senjata baru bagi Arab Saudi. Keputusan diambil setelah kesepakatan pembelian senjata itu dianggap tidak sah oleh pengadilan, di tengah tuduhan kejahatan perang di Yaman.
 
Menteri Perdagangan Internasional Liam Fox mengajukan banding atas putusan pengadilan itu. Tetapi izin ekspor senjata ke Arab Saudi masih tetap ditunda.
 
“Pemerintah akan melakukan proses berjenjang yang ketat sesuai dengan kriteria Inggris dan Uni Eropa,” ujar Fox, seperti dikutip Independent, Jumat, 21 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami dengan secara hati-hati mempertimbangkan implikasi dari penilaian atas pengambilan keputusan,” jelasnya.
 
“Saat kami menyepakati (penjualan senjata) lisensi ekspor ke Arab Saudi dan rekan koalisinya yang kemungkinan bisa digunakan dalam konflik di Yaman,” tutur Fox.
 
Menurut Fox, keputusan itu tidak merusak kerangka kerja keseluruhan Inggris untuk kontrol ekspor dan bahwa lisensi yang ada tidak akan ditangguhkan.
 
Pada Kamis 20 Juni, Pengadilan Banding memutuskan mendukung kampanye antiperdagangan senjata dalam tahap terakhir dari pertempuran hukum mereka melawan pemerintah atas konflik Yaman.
 
Kampanye Melawan Perdagangan Senjata atau The Campaign Against Arms Trade (CAAT) berpendapat bahwa jet tempur dan bom Inggris digunakan untuk membunuh warga sipil dan melanggar hukum internasional.
 
Pengadilan Tinggi sebelumnya memutuskan mendukung pemerintah, menemukan bahwa "berhak secara rasional" untuk menyimpulkan bahwa koalisi yang dipimpin Saudi tidak sengaja menargetkan warga sipil dan sedang menyelidiki insiden yang dilaporkan. CAAT menentang keputusan tahun 2017 dan membawa bukti baru dari konflik Yaman ke Pengadilan Banding, yang meninjau materi rahasia dalam sidang tertutup awal tahun ini.
 
Pada akhirnya, Pengadilan Tinggi yang diwakili Sir Terence Etherton, Lord Justice Irwin dan Lord Justice Singh menyimpulkan bahwa lisensi ekspor perdagangan senjata untuk Arab Saudi itu “tidak rasional dan karenanya melanggar hukum”. Mereka menilai Menteri Perdagangan Internasional harus menilai apakah insiden masa lalu melanggar hukum internasional dan memperhatikan jika ada risiko yang jelas dari pelanggaran di masa depan.
 
Hakim juga menegaskan bahwa pemerintah "tidak membuat penilaian menyimpulkan apakah koalisi yang dipimpin Arab Saudi telah melakukan pelanggaran hukum humaniter internasional di masa lalu, selama konflik Yaman, dan tidak membuat upaya untuk melakukannya".
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif