Kerusuhan di Barcelona, Spanyol yang sudah memasuki hari ketiga. Foto: AFP
Kerusuhan di Barcelona, Spanyol yang sudah memasuki hari ketiga. Foto: AFP

Barcelona Dihadapkan Pada Aksi Massa yang Beringas

Internasional spanyol referendum catalonia
Arpan Rahman • 17 Oktober 2019 13:12
Barcelona: Kekerasan jalanan meningkat di Barcelona pada Rabu malam. Para pengunjuk rasa membakar mobil dan melempari polisi pada malam ketiga kerusuhan. Menyusul dipenjarakannya sembilan pemimpin pro-kemerdekaan pekan ini atas peran mereka dalam desakan gagal 2017 untuk kemerdekaan regional.
 
Petugas dari pasukan Catalan, Mossos d'Equadra, dilaporkan telah menembakkan gas air mata dan menghantam dua pengunjuk rasa. Bentrokan dengan cepat menyebar setelah demonstrasi sebelumnya berubah menjadi serangkaian pertikaian dengan polisi.
 
Polisi mengklaim bahwa proyektil ditembakkan ke helikopter. Roger Torrent, ketua parlemen Catalan, mengutuk kekerasan itu, mencuit: "Tindakan ini tidak mewakili kita. Kita harus menjauhkan diri dari perilaku kekerasan."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketika berita televisi menyiarkan cuplikan barikade yang menyala dan pengunjuk rasa melemparkan proyektil ke polisi antihuru-hara, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez memperingatkan bahwa pemerintahnya tidak akan terpancing untuk bereaksi berlebihan.
 
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Sanchez meminta presiden Catalan yang pro-kemerdekaan, Quim Torra, secara tegas mengutuk penggunaan kekerasan.
 
Mengacu pada upaya pemerintah daerah yang gagal untuk mengamankan kemerdekaan, Sanchez menambahkan: "Tidak ada pemimpin yang dapat menyamarkan kegagalan mereka di balik tirai asap dan api."
 
Sanchez mengatakan pemerintah akan membela konstitusi Spanyol dan hidup berdampingan secara damai, tetapi tidak akan tergoda untuk meningkatkan ketegangan.
 
"Negara akan selalu menjamin hak-hak mereka yang ingin memprotes ide-ide mereka secara damai," katanya.
 
"Tapi kelompok-kelompok kekerasan terorganisir dan mereka yang mencoba melanggar hukum demokrasi tidak akan mencapai tujuan mereka. Satu-satunya harapan kelompok-kelompok kekerasan itu adalah bahwa kita akan membuat kesalahan dan menjadi terlalu bersemangat dan terpecah-belah. Mereka ingin kita terpancing pada provokasi mereka," tukasnya, dilansir dari Guardian, Kamis, 17 Oktober 2019.
 
Pidato PM Spanyol ketika puluhan ribu orang berkumpul di Barcelona pusat guna memprotes putusan Mahkamah Agung.
 
Para pengunjuk rasa sebagian besar masih muda dan tampaknya siap menghadapi polisi. Meneriakkan ‘penindas’ dan ‘jalan-jalan akan selalu menjadi milik kita’, mereka mengejek petugas antihuru-hara dan bersorak ketika demonstran bertopeng membakar tong sampah. Suasana panas dan tidak, seperti yang diklaim para politisi, terbatas pada sedikit kekerasan.
 
Atas sinyal dari Tsunami Democratic, jejaring sosial yang memandu para demonstran, kerumunan bubar untuk berkumpul di luar markas departemen pemerintah Spanyol. Setelah konfrontasi dengan polisi, mereka kembali ke pusat kota, membakar barikade.
 
Sebelumnya pada Rabu, sembilan pemimpin yang terpenjara sudah mengeluarkan permohonan bersama agar protes damai. Setelah pemerintah Spanyol memperingatkan setiap kekerasan lebih lanjut akan dibalas dengan respons ‘tegas, proporsional, dan bersatu’.
 
"Semua dukungan untuk mobilisasi dan pawai besar-besaran dan damai," tulis sembilan orang itu, yang termasuk mantan wakil presiden regional Oriol Junqueras dan dua pemimpin akar rumput yang berpengaruh, Jordi Sanchez dan Jordi Cuixart. "Tidak ada kekerasan yang mewakili kita."


Baku hantam

Pada Selasa, demonstrasi damai di Barcelona memberi jalan pertempuran dengan polisi, 24 jam setelah ribuan demonstran pro-kemerdekaan berupaya menutup bandara Barcelona, yang mengarah pada tuduhan polisi.
 
Pemerintah Spanyol mengatakan 51 orang telah ditangkap di seluruh Catalonia pada Senin dan Selasa. 54 petugas dari kepolisian regional dan 18 dari pasukan nasional telah terluka.
 
Pemerintah sementara Sanchez telah mengatakan mereka dapat mengaktifkan pasal 155 dari konstitusi, yang akan memungkinkannya untuk menangguhkan pemerintah daerah dan mengambil alih pemerintahan langsung di wilayah tersebut.
 
Seteru sayap kanan Sanchez menyerukan pemerintah mengambil garis keras tentang letusan terbaru dari krisis kemerdekaan regional. Spanyol akan mengadakan pemilihan umum keempat dalam beberapa tahun pada 10 November.
 
Kerusuhan terakhir dimulai pada Senin setelah pengadilan tertinggi Spanyol membebaskan sembilan terdakwa dari tuduhan pemberontakan dengan kekerasan. Tetapi menghukum mereka dengan berbagai macam penghasutan, penyalahgunaan dana publik, dan ketidakpatuhan atas bagian mereka dalam upaya memisahkan diri dari Spanyol.
 
Junqueras dipenjara selama 13 tahun, sementara Sanchez dan Cuixart menerima hukuman sembilan tahun. Enam orang lainnya dikenai masa antara 10 setengah dan 12 tahun.
 
Beberapa jam setelah vonis diumumkan, sebuah surat perintah penangkapan internasional dikeluarkan untuk mantan presiden Catalan Carles Puigdemont, yang mempelopori dorongan kemerdekaan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif