Inggris Dukung Imbauan Gencatan Senjata di Yaman
Pasukan Yaman melawan serangan dari pasukan pemerintah dan koalisi pimpinan Arab Saudi. (Foto: AFP).
London: Inggris telah mendukung seruan oleh Amerika Serikat (AS) untuk gencatan senjata lengkap dalam perang sipil Yaman dan agar pembicaraan damai dimulai bulan depan.
 
Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt berbicara semalam tentang masalah ini dengan Martin Griffiths, diplomat Inggris yang menjadi utusan khusus PBB untuk Yaman.
 
Dalam sebuah pernyataan, Griffiths menyambut baik seruan agar segera memulai kembali upaya mencapai gencatan senjata dan menekankan bahwa aksi militer bukanlah solusi untuk konflik ini.
 
"Kami tetap berkomitmen untuk membawa sejumlah pihak Yaman ke meja perundingan dalam sebulan. Dialog tetap satu-satunya jalan guna mencapai kesepakatan inklusif," kata Griffiths, seperti disitir dari Sky News, Kamis 1 November 2018.
 
Seruan itu muncul ketika Menlu AS Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan Jim Mattis mendesak diakhirinya pertempuran antara pemberontak Houti didukung Iran melawan pasukan setia presiden yang diakui secara internasional, disokong oleh pemimpin koalisi Arab Saudi.
 
Hampir 10.000 orang tewas dan negara itu kini berada di ambang kelaparan. Menurut PBB, kelaparan di Yaman bisa jadi yang terburuk di dunia dalam lebih dari satu abad. Yaman, salah satu negara Arab termiskin, menghadapi krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
 
Inggris dan AS memasok senjata dan intelijen ke Saudi, hubungan yang telah menuai kecaman karena korban sipil di Yaman meningkat. Di tengah kecaman global menyusul pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi.
 
Sumber diplomatik mengatakan Hunt mendukung seruan AS untuk gencatan senjata dalam 30 hari. Perdana Menteri Theresa May di Parlemen Inggris, mengatakan, "Kami tentu mendukung seruan AS untuk deeskalasi di Yaman."
 
Menetapkan kerangka untuk sebuah rencana perdamaian, Pompeo berkata negosiasi yang dipimpin PBB buat mengakhiri perang saudara harus dimulai pada November di Swedia.
 
"Waktunya sekarang untuk penghentian permusuhan, termasuk serangan rudal dan UAV dari daerah yang dikuasai Houthi ke Kerajaan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab," kata Pompeo, menggunakan akronim UAV untuk kendaraan udara tak berawak.
 
"Selanjutnya, serangan udara koalisi harus berhenti di semua daerah berpenduduk di Yaman," katanya.
 
AS membantu koalisi dengan mengisi bahan bakar jet dan memberi pelatihan dalam mengincar target. Tiga perempat dari populasi Yaman, atau 22 juta orang, membutuhkan bantuan. Sebanyak 8,4 juta orang berada di ambang kelaparan.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id