Para pendukung Brexit merayakan keluarnya Inggris dari Uni Eropa di Lapangan Parlemen di London, Jumat 31 Desember 2020. (Foto: AFP/Getty)
Para pendukung Brexit merayakan keluarnya Inggris dari Uni Eropa di Lapangan Parlemen di London, Jumat 31 Desember 2020. (Foto: AFP/Getty)

Pendukung Brexit Rayakan Keluarnya Inggris dari Uni Eropa

Internasional uni eropa brexit
Willy Haryono • 01 Februari 2020 08:29
London: Para pendukung Brexit merayakan Inggris yang resmi keluar dari Uni Eropa. Setelah 47 tahun bersama blok Eropa tersebut, Inggris akhirnya keluar dari keanggotaan UE pada Jumat 31 Januari pada pukul 23.00 GMT.
 
Ratusan orang berkumpul di Lapangan Parlemen di London dalam merayakan Brexit. Mereka menyanyikan sejumlah lagu patriotik dan juga mendukung pidato dari beberapa tokoh Brexit, termasuk Nigel Farage.
 
"Mari kita rayakan malam ini, seolah kita tidak pernah berpesta sebelumnya," seru Farage, pemimpin Partai Brexit Inggris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini merupakan momen terbesar dalam sejarah modern di negara kita yang hebat ini," sambung dia, dikutip dari laman BBC, Sabtu 1 Februari 2020.
 
Sebelumnya, demonstran pro-UE menggelar sebuah aksi di Whitehall yang menyerukan agar acara perpisahan digelar secara baik-baik. Sementara unjuk rasa anti-Brexit dan aksi menyalakan lilin digelar di Skotlandia.
 
Sejumlah momen simbolis lainnya terkait Brexit meliputi:
 
1. Bendera Inggris diturunkan dari sejumlah institusi Uni Eropa di Brussels.
2. Rapat Kabinet digelar di Sunderland, kota pertama yang mendeklarasikan mendukung Brexit saat hasil referendum diumumkan pada 2016.
3. Sebuah pertunjukan cahaya menerangi area sekitar kantor PM Inggris di 10 Downing Street dan bendera Inggris dipasang berderet di area The Mall.
4. Sebuah koin baru bernilai 50 penny mulai diedarkan di Inggris untuk menandai Brexit.
 
Di Irlandia Utara, grup Border Communities Against Brexit menggelar sejumlah aksi protes di Armagh, di dekat wilayah yang berbatasan dengan Republik Irlandia.
 
Pada pukul 23.00 GMT, kepala partai berkuasa di Skotlandia Nicola Sturgeon mengunggah sebuah foto bendera Uni Eropa di Twitter: "Skotlandia akan kembali ke jantung Eropa sebagai sebuah negara independen - #LeaveALightOnForScotland."
 
Berbicara di Cardiff, kepala partai berkuasa Mark Drakeford mengatakan bahwa Wales, yang berada di kubu Brexit, tetap merupakan sebuah "negara Eropa."
 
Dalam sebuah pesan di media sosial satu jam sebelum kepergian Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson menyebut Brexit merupakan momen besar dari sebuah harapan. "Ini merupakan sebuah momen yang dirasa banyak orang tidak akan mungkin terjadi," ucap dia.
 
"Hal terpenting yang bisa saya katakan malam ini adalah, ini bukanlah akhir segalanya, melainkan sebuah awal baru. Ini adalah momen pembaruan dan perubahan nasional," pungkasnya.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif