Ilustrasi suhu panas ekstrem. dok medcom.id
Ilustrasi suhu panas ekstrem. dok medcom.id

Puncak Suhu Panas Ekstrem di Spanyol Diprediksi Capai 44 Derajat Celcius

Adri Prima • 23 Juni 2026 22:49
Ringkasnya gini..
  • Spanyol diperkirakan mengalami puncak gelombang panas pada 23 Juni dengan suhu mencapai 44 derajat Celsius di sejumlah wilayah.
  • Fenomena heat dome dan massa udara panas dari Gurun Sahara memicu suhu di atas 40 derajat Celsius di banyak kota di Spanyol.
  • AEMET menyebut perubahan iklim meningkatkan peluang gelombang panas ekstrem hingga lima kali lipat dibanding kondisi normal.
Jakarta: Spanyol diperkirakan bakal menghadapi puncak gelombang panas dalam waktu dekat. Para ahli meteorologi memperingatkan suhu udara berpotensi menjadi yang tertinggi selama Juni akibat fenomena kubah panas (heat dome) yang memicu temperatur melampaui 40 derajat Celsius di sejumlah wilayah.
 
Badan Meteorologi Spanyol (AEMET) menetapkan tingkat peringatan tertinggi di beberapa wilayah, seperti Andalusia, Wilayah Basque, dan Cantabria. Suhu di kawasan tersebut diperkirakan dapat mencapai 44 derajat Celsius.
 
Sekitar 17 dari 50 ibu kota provinsi di Spanyol juga diprediksi mengalami suhu di atas 40 derajat Celsius. Selain itu, fenomena malam tropis diperkirakan meluas, yakni kondisi ketika suhu pada malam hari tidak turun di bawah 20 derajat Celsius sehingga bangunan sulit melepaskan panas.

"Selasa bisa menjadi hari terpanas yang pernah tercatat pada Juni dan mendekati rekor hari terpanas sepanjang sejarah," kata meteorolog RTVE Marc Santandreu. Gelombang panas mulai melanda Spanyol sejak Minggu dan telah memecahkan sejumlah rekor suhu. AEMET mencatat suhu malam hari di beberapa wilayah tenggara Spanyol tetap berada di atas 30 derajat Celsius selama tiga hari berturut-turut. Kondisi tersebut belum pernah tercatat sebelumnya pada Juni di Semenanjung Iberia.
 
Fenomena cuaca ekstrem yang dipicu kubah panas melingkupi sebagian besar Eropa Barat, bersamaan dengan masuknya massa udara sangat panas dan kering dari Gurun Sahara ke arah utara.
 
Menurut AEMET, kondisi tersebut dipengaruhi sistem tekanan tinggi di daratan Eropa dan sistem tekanan rendah di sebelah barat Semenanjung Iberia yang mendorong massa udara Sahara bergerak ke utara.
 
Berdasarkan analisis Climate Shift Index, perubahan iklim membuat peluang terjadinya gelombang panas ekstrem ini setidaknya lima kali lebih besar. Kombinasi pola cuaca tersebut dengan intensitas penyinaran matahari pada musim panas diperkirakan membuat suhu tinggi bertahan hingga pertengahan pekan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan