Seorang imigran diselamatkan di Mediterania pada 4 Januari 2019. (Foto: AFP)
Seorang imigran diselamatkan di Mediterania pada 4 Januari 2019. (Foto: AFP)

Jumlah Imigran Uni Eropa Terendah dalam Lima Tahun

Internasional imigran gelap spanyol uni eropa
Arpan Rahman • 06 Januari 2019 11:10
Brussels: Uni Eropa mencatat angka terendah jumlah kedatangan imigran gelap dalam lima tahun terakhir. Penurunan angka diakibatkan langkah pencegahan para imigran untuk datang ke Italia atau Yunani.
 
Meski jumlah kedatangan imigran hanya 150 ribu sepanjang 2018, namun sebagian besar dari mereka itu masuk ke Spanyol. Ini artinya, Spanyol telah menjadi tujuan baru bagi para imigran yang melintasi Laut Mediterania.
 
"Jumlah imigran gelap yang menggunakan rute Mediterania Barat untuk mencapai Eropa telah meningkat dua kali lipat di tahun kedua ke angka 57 ribu. Rute ini menjadi yang paling aktif sepanjang 2018," ucap Agensi Penjaga Pantai Frontex, seperti dikutip dari laman Telegraph, Sabtu 5 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Intensitas kedatangan imigran via Mediterania Barat belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Dalam dua hari pertama tahun ini saja, Spanyol telah menyelamatkan 401 imigran dari Mediterania.
 
Menurut Frontex, UE hanya menerima separuh dari jumlah imigran gelap sepanjang 2018 jika dibandingkan puncak krisis keimigrasian tiga tahun sebelumnya. "Ini dikarenakan turunnya jumlah imigran secara drastis yang mengambil rute Mediterania menuju Italia," kata Frontex.
 
Italia, yang jumlah kedatangan imigrannya turun 80 persen, telah mengambil sikap yang lebih keras terhadap keimigrasian. Pertengahan Juni lalu, Menteri Dalam Negeri Matteo Salvini menolak kedatangan 629 imigran yang dibawa kapal Aquarius.
 
Kapal tersebut juga ditolak Malta, hingga akhirnya diizinkan berlabuh di Valensia, Spanyol. Izin diberikan Perdana Menteri baru Spanyol Pedro Sanchez.
 
"Merupakan kewajiban kami untuk membantu menghindari bencana kemanusiaan," ujar PM Sanchez kala itu.
 
Meningkatnya jumlah imigran di Spanyol memicu kritik di dalam negeri. Partai sayap kanan Vox secara mengejutkan meraih 12 kursi dalam pemilihan regional di Andalusia, setelah mereka menyatakan sikap anti-imigran semasa kampanye.
 
Surat kabar sayap kanan Spanyol, ABC, menyebut meningkatnya jumlah imigran diakibatkan "efek Sanchez."

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif