Keluarga Anders Holch Povlsen tengah berada di Sri Lanka saat bom meledak di berbagai tempat pada 21 April 2019. (Foto: EPA-EFE).
Keluarga Anders Holch Povlsen tengah berada di Sri Lanka saat bom meledak di berbagai tempat pada 21 April 2019. (Foto: EPA-EFE).

Tiga Anak Miliuner Denmark Tewas dalam Bom Sri Lanka

Internasional denmark Ledakan Sri Lanka
Fajar Nugraha • 22 April 2019 20:06
Kopenhagen: Bom yang menghantam Sri Lanka saat Paskah Minggu 21 April, menyisakan banyak kesedihan. Korban tewas bukan hanya dari warga Sri Lanka, tetapi juga warga asing.
 
Baca juga: Presiden Sri Lanka Bentuk Komite Selidiki Pengeboman.
 
Di antara warga asing yang tewas adalah tiga anak dari miliuner asal Denmark, Anders Holch Povlsen. Tidak dijelaskan secara detail dimana ketiga anak itu menjadi korban, mengingat lokasi pengeboman ada sekitar delapan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya dapat mengonfirmasi bahwa ketiga anaknya (Anders Holch Povlsen) telah terbunuh. Kami tidak memiliki komentar lebih lanjut dan kami meminta privasi keluarga dihormati pada saat ini,” ujar manajer komunikasi untuk bisnis pakaian grosir Holch Povlsen, Bestseller, Jesper Stubkier, seperti dikutip Press Association, Senin, 22 April 2019.
 
Media Denmark menyebutkan bahwa, ketika bom meledak, keluarga Povlsen tengah berada di Sri Lanka untuk berlibur. Sementara satu orang anak Povlsen dikabarkan selamat.
 
Povlsen merupakan pemilik jaringan retail, Bestseller, yang memegang merk seperti Vero Moda dan Jack & Jones. Dia juga memegang saham mayoritas di Asos dan memiliki saham di Zalando.
 
Tidak hanya itu, pria berusia 46 tahun itu merupakan pemilik tanah terbesar di Skotlandia setelah membeli serangkaian lahan bersejarah.
 
Menurut Guardian, dia dan istrinya, Anne Storm Pedersen, memegang sekitar 200.000 hektar dataran tinggi, dan berencana untuk menulis ulang lanskap untuk melestarikannya untuk generasi mendatang. Adapun kekayaan bersih Povlsen ditaksir mencapai USD7,9 miliar.
 
Baca juga: Sri Lanka Yakin Jaringan Teroris Internasional Lakukan Pengeboman.
 
Dia dan istrinya, Anne Storm Pedersen, memegang sekitar 200.000 hektar dataran tinggi, dan berencana untuk menulis ulang lanskap untuk melestarikannya untuk generasi mendatang, menurut laporan Guardian bulan lalu.
 
Pemboman di gereja-gereja Sri Lanka dan hotel-hotel mewah di seluruh Paskah menewaskan 290 orang, termasuk 39 wisatawan asing dan melukai sekitar 500 orang. Seorang penyelidik mengatakan bahwa tujuh pelaku bom bunuh diri telah mengambil bagian dalam serangan itu.
 
Hingga hari ini, total 24 orang telah ditangkap terkait pengeboman ini. Meski demikian, belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas kejadian tersebut.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif