medcom.id, Paris: Sekitar 5.000 polisi dan personel keamanan akan diturunkan untuk melindungi sejumlah sekolah Yahudi di seantero Prancis. Langkah ini diambil sebagai antisipasi serangan lanjutan di Prancis, setelah terjadinya rentetan aksi teror selama tiga hari berturut-turut sepekan lalu.
Dalam pernyataannya, Senin (12/1/2015), Menteri Dalam Negeri Bernard Cazenueve juga berencana memasang beberapa prajurit sebagai pasukan bantuan. Pengumuman disampaikan Cazenueve di sebuah sekolah Yahudi di selatan Paris, tempat terjadinya penembakan seorang polisi wanita oleh pria bersenjata.
Rentetan teror di Prancis selama tiga hari berturut-turut terjadi pada Rabu kemarin. Teror pertama adalah pembantaian di kantor Charlie Hebdo, yang disusul penembakan seorang polisi wanita dan drama penyanderaan di sebuah supermarket di Kosher oleh Coulibaly.
Istri Coulibaly, Hayat Boummeddiene, saat ini menjadi buronan polisi Prancis karena diduga kuat terlibat aksi terorisme.
Coulibaly dan dua penyerang Charlie Hebdo, Cherif dan Said Kouachi, tewas dalam baku tembak dengan polisi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan