Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Dua Tewas dalam Penembakan Sinagog di Jerman

Internasional penembakan jerman
Arpan Rahman • 10 Oktober 2019 09:59
Halle: Dua orang terbunuh setelah seorang pria bersenjata berupaya memaksa masuk ke sebuah sinagog Jerman dalam penyerbuan pada hari suci Yudaisme.
 
Penyerang langsung menyiarkan aksinya ketika ia menembaki tempat ibadah, melempar bom Molotov, petasan atau granat, tetapi tidak dapat masuk, kata pihak berwenang dan saksi mata.
 
Dia menembak beberapa kali ke pintu gedung, di mana sekitar 80 orang di dalamnya merayakan Yom Kippur, ketika kengerian itu terjadi di kota Halle pada Rabu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Selama 35 menit rekaman dari serangan itu diposting di situs video game,” menurut para pejabat setempat.
 
Dalam pidato yang direkam sebelum mengamuk, pria bersenjata itu berteriak bahwa orang Yahudi adalah ‘akar’ dari ‘masalah’ seperti feminisme dan ‘imigrasi massal,’ menyangkal Holocaust. Sebelum dia menembak seorang wanita di jalan setelah gagal memasuki sinagog.
 
Dia kemudian memasuki toko kebab di dekat lokasi dan membunuh orang lain sebelum melarikan diri. Pria itu melepaskan tembakan di luar sinagog dan di sebuah restoran kebab di dekatnya, kata pejabat keamanan ketika dikonfirmasi dua orang tewas.
 
Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer mengatakan pihak berwenang harus menganggap itu adalah serangan anti-Semit.
 
“Satu orang telah ditangkap,” kata polisi.


Disiarkan langsung


Situs Livestreaming Twitch mengonfirmasi video yang menunjukkan penembakan itu disiarkan di situsnya. Perusahaan itu mengatakan telah ‘bekerja dengan cepat’ untuk menghapus rekaman dan secara permanen akan menangguhkan setiap akun yang ditemukan memposting atau memposting ulang ‘konten tindakan menjijikkan ini’.
 
Pembuatan film serangan Rabu menggemakan penembakan mengerikan lainnya di belahan dunia, ketika seorang supremasi kulit putih sayap kanan pada Maret menewaskan 51 orang di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, dan menyiarkan langsung serangan di Facebook.
 
Pembantaian itu menuai kritik keras terhadap raksasa media sosial karena tidak segera menemukan dan memblokir video kekerasan tersebut.
 
Penyerangan Rabu juga mengikuti serangan di Amerika Serikat selama setahun terakhir di beberapa rumah ibadah di Pittsburgh dan Poway, California.
 
Majalah berita Der Spiegel, yang tidak memberikan sumbernya, mengatakan tersangka adalah seorang pria berusia 27 tahun dari negara bagian Saxony-Anhalt, tempat Halle berada. Ia juga mengatakan bahwa para penyelidik memiliki sebuah video yang tampaknya difilmkan oleh penyerang dengan kamera di helmnya.
 
Rita Katz, kepala SITE Intelligence Group, menulis di Twitter bahwa 35 menit rekaman serangan telah diposting daring dan bahwa penyerang mengatakan dalam bahasa Inggris sebelum penembakan bahwa "akar dari semua masalah adalah orang-orang Yahudi".
 
Dia mengatakan rekaman itu menunjukkan penyerang menembak seorang wanita di jalan setelah gagal memasuki sinagog, kemudian memasuki toko dan membunuh orang lain sebelum melarikan diri.
 
Penuntut federal, yang di Jerman menangani kasus-kasus yang melibatkan tersangka terorisme atau keamanan nasional, mengambil alih penyelidikan atas serangan itu.
 
Sebuah klip video yang dibagikan oleh stasiun penyiaran publik regional MDR menunjukkan seorang lelaki dengan helm dan atasan berwarna zaitun keluar dari mobil dan menembakkan empat letusan di belakang kendaraan dari senapan laras panjang. Tidak jelas apa yang dia tembak.

Keterangan korban


Kepala komunitas Yahudi Halle, Max Privorozki, mengatakan kepada Der Spiegel bahwa kamera pengintai di pintu masuk sinagog menunjukkan seseorang mencoba masuk ke gedung sementara ada 70 atau 80 orang di dalamnya.
 
"Penyerang menembak beberapa kali di pintu dan juga melemparkan beberapa bom molotov, petasan, atau granat untuk memaksa masuk," katanya.
 
"Tapi pintunya tetap tertutup -- Tuhan melindungi kita. Semuanya berlangsung mungkin lima hingga 10 menit," bubuhnya, disitat dari Evening Standard, Kamis 10 Oktober 2019.
 
Sinagog sering dilindungi oleh polisi di Jerman. Keamanan ditingkatkan di sinagog di kota-kota lain setelah penembakan di Halle.
 
Pejabat Jerman mengutuk serangan itu. "Tembakan-tembakan diletuskan di sebuah sinagog di Yom Kippur, festival rekonsiliasi, menyentuh hati kami," kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas di Twitter.
 
"Kita semua harus bertindak melawan anti-Semitisme di negara kita," cetusnya.
 
Wakil kanselir Olaf Scholz mengatakan bahwa "semua warga negara kami yang beragama Yahudi dapat yakin bahwa kami bersama mereka dengan sepenuh hati dan kami akan memberi mereka semua keamanan yang dimungkinkan."
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif