Pada 23 Juli 2018, mahasiswa sosiologi Elin Ersson, 21, memakai telepon genggamnya untuk merekam protes seorang perempuan di atas pesawat Turkish Airlines dari kota Gothenburg ke Istanbul.
Dinukil dari laman Telegraph, Selasa 19 Februari 2019, foto-foto itu menjadi viral setelah diposting di media sosial.
Dalam kontak dengan anggota keluarga seorang pencari suaka Afghanistan yang akan diusir, Ersson telah naik penerbangan, dibekali tiket dan paspornya, dengan satu-satunya tujuan mencegah pengusiran tersebut.
Warga Afghanistan yang dimaksud ternyata tidak berada dalam penerbangan. Tetapi warga Afghanistan lainnya yang malah akan dideportasi setelah menjalani hukuman penjara, termasuk di antara penumpang.
Dengan berlinang air mata, Ersson menolak untuk mematuhi permintaan awak kabin agar dia duduk.
"Saya tidak akan duduk sampai orang ini turun dari pesawat, karena dia kemungkinan besar akan terbunuh," katanya dalam bahasa Inggris, diberi tepuk tangan beberapa penumpang dan dicemooh oleh penumpang lain.
Pilot akhirnya memerintahkan Ersson dikeluarkan dari pesawat, serta orang Afghanistan itu, dan pengawalnya.
Pengadilan Gothenburg membuktikan dia bersalah karena melanggar peraturan keselamatan udara, dan didenda 3.000 kronor atau sekitar Rp4,5 juta. Kedua warga Afghanistan sejak itu diusir dari Swedia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News