Prancis Gelar Diskusi Krisis Kerusuhan Demo BBM
Bentrok antara demonstran dengan polisi di Paris, Prancis, 1 Desember 2018. (Foto: AFP/ABDULMONAM EASSA)
Paris: Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe menggelar pertemuan darurat dengan sejumlah petinggi partai politik di Paris, Senin 3 Desember 2018, dalam merespons unjuk rasa menentang penaikan harga bahan bakar minyak yang kerap berujung bentrok. 

Demonstrasi sejak dua pekan lalu ini telah menewaskan dua orang dan melukai ratusan lainnya di sekitar ibu kota Prancis.

Diskusi kali ini adalah kelanjutan dari pertemuan darurat yang dipimpin Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 2 Desember. Kala itu, Macron juga menyempatkan diri turun ke lapangan untuk melihat kerusakan akibat bentrokan di Paris.


"Philippe diminta untuk menemui panitia unjuk rasa dan juga para petinggi partai sebagai bagian dari dialog berkelanjutan," ucap pihak istana kepresidenan Prancis, Elysee Palace, seperti disitat dari kantor berita AFP.

Kepolisian paris menyebut 412 orang ditangkap dalam bentrokan pada Sabtu 1 Desember. Bentrokan tersebut disebut-sebut sebagai yang terparah di ibu kota sejak beberapa tahun terakhir.

Kepala Kepolisian paris Michel Delpuech menilai aksi kekerasan dalam bentrokan itu berada di "level yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa dekade terakhir."

Total dua orang tewas dan 263 terluka dalam unjuk rasa menentang harga BBM di seantero Prancis. Dari total korban luka, 133 berada di Paris dan 23 di antaranya adalah personel keamanan.

Macron geram terhadap para pengunjuk rasa yang berbuat kekerasan. Macron menyebut mereka yang berbuat kekerasan sebagai "penjahat."

"Saya selalu menghormati perdebatan, dan saya selalu mendengarkan suara oposisi. Tapi saya tidak akan pernah bisa menerima aksi kekerasan," tutur Macron dalam konferensi pers di Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Buenos Aires, Argentina, Sabtu kemarin.

Harga diesel, jenis BBM yang banyak digunakan di mobil-mobil Prancis, meningkat sekitar 23 persen dalam 12 bulan terakhir menjadi 1,51 euro atau setara Rp25 ribu per liter. AFP melaporkan itu merupakan titik tertinggi sejak awal 2000-an.

 



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id