Austria Ikuti Langkah AS Mundur dari Pakta Migrasi PBB
Kanselir Austria Sebastian Kurz bersikap anti-imigrasi. (Foto: AFP).
Wina: Austria siap mengikuti Amerika Serikat (AS) dan Hongaria dengan mundur dari pakta migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
 
Pemerintah Austria sayap kanan, yang berkuasa Desember lalu, mengatakan tidak akan menandatangani Perjanjian Global untuk Migrasi Aman, Tertib, dan Reguler yang disusun untuk membuat migrasi lebih aman.
 
Kanselir Austria Sebastian Kurz bersikap anti-imigrasi dan sejak menjabat pada Desember menerapkan sejumlah kebijakan, termasuk membatasi kesempatan bagi imigran baru.
 
"Austria tidak akan bergabung dengan pakta migrasi PBB," kata Kurz dalam sebuah pernyataan.
 
"Kami melihat beberapa poin dari pakta migrasi sangat kritis, seperti campuran mencari perlindungan dengan migrasi tenaga kerja," tegasnya, seperti dikutip dari Independent, Jumat, 2 November 2018.
 
Austria menyediakan sekitar satu persen dari jumlah penduduknya untuk pencari suaka pada 2015 selama krisis migrasi. Di mana lebih dari satu juta orang melakukan perjalanan ke Eropa, banyak dari mereka melarikan diri dari perang dan kemiskinan di Timur Tengah, Afrika, dan tempat lain.
 
Pakta PBB yang tidak mengikat bertujuan membuat migrasi aman dan tertib. Isinya membahas isu-isu seperti bagaimana melindungi orang-orang yang bermigrasi, mengintegrasikan mereka ke negara-negara baru, dan mengembalikan mereka ke negara asal mereka.
 
Hungaria juga mengatakan tidak akan menandatangani dokumen final dalam upacara di Maroko pada Desember. Polandia, yang juga bentrok lawan Brussels dengan menolak kuota nasional untuk pencari suaka, mengatakan pihaknya mempertimbangkan langkah yang sama.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id