Diancam Dibunuh, Demonstran BBM Batal Bertemu PM Prancis
Sekelompok pengunjuk rasa Rompi Kuning memblokade jalan menuju sebuah depot BBM di Prancis selatan, 3 Desember 2018. (Foto: AFP/PASCAL GUYOT)
Paris: Perwakilan demonstran "rompi kuning" atau "gilet jaunes" yang menentang penaikan harga bahan bakar minyak di Prancis batal bertemu Perdana Menteri Edouard Philippe hari ini, Selasa 4 Desember 2018. Mereka mengaku takut karena mendapat ancaman pembunuhan.

Seperti dikutip dari kantor berita BBC, ancaman pembunuhan itu disebut datang dari sekelompok pengunjuk rasa garis keras yang meminta agar tidak ada negosiasi apapun dengan pemerintah. Aksi protes harga BBM di Prancis ini telah terjadi sejak pertengahan November.

Meski awalnya hanya soal harga BBM jenis diesel, unjuk rasa meluas menjadi penentangan menyeluruh terhadap pemerintahan Presiden Emmanuel Macron.


Baca: Diprotes, Presiden Prancis Tegaskan Harga BBM Tetap Naik

Sejauh ini tiga orang tewas dan ratusan lainnya terluka sejak demonstrasi dimulai bulan lalu. Sejumlah pengunjuk rasa telah membuat kekacauan di seantero Prancis, terutama di wilayah ibu kota Paris.

Sabtu kemarin, demonstran merusak beberapa patung di wilayah Arc de Triomphe. Macron geram dan menyebut mereka semua sudah seperti "penjahat" yang hanya ingin berbuat kekacauan.

Para pedemo kompak mengenakan rompi kuning, benda yang diwajibkan pemerintah untuk selalu dibawa di dalam mobil semua pengemudi di Prancis.

Pemerintah Prancis sempat mewacanakan menerapkan status darurat keamanan terkait unjuk rasa ini. Kepolisian Prancis menilai status darurat dapat mencegah terjadinya bentrokan lebih lanjut.

Harga diesel, jenis BBM yang banyak digunakan di mobil-mobil Prancis, meningkat sekitar 23 persen dalam 12 bulan terakhir menjadi 1,51 euro atau setara Rp25 ribu per liter. AFP melaporkan itu merupakan titik tertinggi sejak awal 2000-an.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id