Tiga aparat kepolisian Prancis menjadi korban, satu di antaranya tewas, dalam serangan yang dilakukan seorang penembak di Pusat Perbelanjaan Champs-Elysees, Paris, Kamis 20 April 2017 petang, waktu setempat.
Dalam pidatonya di Hotel Shangrila, Jakarta, Jumat 21 April 2017, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Mike Pence turut berduka cita atas penembakan di Paris.
"Serangan seperti ini bisa melanda di mana dan kapan saja. Kita harus waspada dan kuat. Saya sampaikan duka cita terhadap warga Paris. AS dan Indonesia tidak lelah untuk memerangi terorisme," kata Pence.
ISIS mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu. Dilansir kantor berita AFP, pelaku menggunakan senjata otomatis untuk menembak polisi. Serangan di tempat yang ramai turis dan pengunjung itu dilakukan jelang pemilihan umum presiden pada 23 April 2017.
Sumber polisi menyebutkan, pelaku langsung ditembak mati ketika hendak melarikan diri usai beraksi. Pelaku penyerangan di Champs Elysees di Paris tengah adalah warga negara Belgia, Abu Yussef.
"Dia adalah salah satu pejuang negara Islam," kata sebuah pernyataan ISIS yang diterbitkan agensi propaganda Amaq.
Sejak 2015, Prancis berada di bawah status darurat dan telah mengalami serentetan serangan teror, yang menewaskan lebih dari 230 orang.
Sebelumnya pada awal pekan ini, dua pria di Marseille ditangkap karena disebut hendak melancarkan serangan teror menjelang pilpres.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News