Skandal merebak setelah dua situs Spanyol menerbitkan rekaman terkait wanita bernama Corinna zu Sayn-Wittgenstein. Perempuan itu menuduh Juan Carlos berupaya menyembunyikan transfer uang dan menggunakan namanya untuk membeli properti di Monako dan Maroko.
Wanita aristokrat asal Jerman itu, yang berbasis di Monte Carlo, juga mengatakan sang raja pernah mengaku telah memindahkan sejumlah uang ke rekening sepupunya, Alvaro d'Orleans Bourbon, di Swiss.
Dalam rekaman, yang dirilis ke dunia maya pekan lalu, Corinna mengklaim Juan Carlos juga mengantongi uang dari kontrak proyek kereta api cepat dengan Arab Saudi. Seraya mengatakan kala itu Juan Carlos membutuhkan uang untuk menceraikan istrinya, Sofia, dan menikahi Corinna.
Beberapa ahli kerajaan yang dihubungi kantor berita AFP, Senin 16 Juli 2018, mengatakan suara dalam rekaman itu memang suara Corinna. Corinna tidak membantah bahwa suara dalam rekaman itu miliknya.
Pakar kerajaan Pilar Urbano, yang telah menulis beberapa buku tentang keluarga kerajaan, mengatakan bahwa konten rekaman itu "kurang jelas dan samar, sehingga perlu ada lebih banyak penjelasan."
Bagi jurnalis Ana Romero, yang juga pakar dalam urusan kerajaan, tuduhan ini menjadi "masalah tambahan" bagi Raja Felipe, penerus Juan Carlos.
Partai Podemos yang berhaluan ultra-kiri di Spanyol telah menuntut penyelidikan mengenai berbagai kegiatan Juan Carlos, yang kini berusia 80 tahun.
Juan Carlos turun tahta pada 2014, dua tahun setelah dirinya membuat Spanyol murka karena pergi berburu gajah di Botswana dengan Corinna saat negara sedang berada di puncak resesi.
Reputasi kerajaan semakin ternoda ketika putri bungsunya, Cristina, terlibat dalam korupsi yang menjerat suaminya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News