Imigran yang berupaya menggapai Eropa tetapi terdampar di Laut Mediterania. (Foto: AFP).
Imigran yang berupaya menggapai Eropa tetapi terdampar di Laut Mediterania. (Foto: AFP).

507 Imigran Terjebak, PBB Desak Eropa Izinkan Mendarat

Internasional imigran
Arpan Rahman • 14 Agustus 2019 19:11
Jenewa: Badan pengungsi PBB mengajukan permohonan mendesak bagi 500 pencari suaka yang terjebak di kapal-kapal di Mediterania untuk diizinkan turun. UNHCR menyebutnya "berpacu dengan waktu" ketika cuaca buruk menjelang.
 
Sebanyak 507 imigran dan pengungsi terdampar di dua kapal penyelamat LSM, yang menjemput mereka di lepas pantai Libya dalam beberapa hari terakhir.
 
"Ini adalah perlombaan melawan waktu," kata Vincent Cochetel, utusan khusus UNHCR untuk Mediterania tengah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Badai diperkirakan datang dan kondisinya hanya akan bertambah buruk. Meninggalkan orang-orang yang melarikan diri dari perang dan kekerasan di Libya di laut lepas dalam cuaca seperti ini hanya akan menimbulkan lebih banyak penderitaan," tegasnya, dinukil dari Telegraph, Selasa 13 Agustus 2019.
 
Kapal-kapal penyelamat LSM harus diberi pujian atas pekerjaan mereka, bukan "distigmatisasi dan dikriminalisasi," kata UNHCR. Seraya menambahkan bahwa banyak imigran mengalami "pelecehan berat" di Libya.
 
Tetapi UNHCR mendapat sedikit perhatian dari Italia, di mana pelabuhan telah ditutup untuk kapal penyelamat sejak musim panas lalu. Itu kebijakan yang dibuat oleh Matteo Salvini, Menteri Dalam Negeri dan pemimpin partai Liga ekstrem kanan.
 
Dalam sebuah posting Facebook, dia katakan sedang bekerja untuk memblokir kapal. "Saya akan memberitahumu bagaimana ini berakhir. Saya tidak akan menyerah," tulisnya.
 
Sekitar 350 imigran berada di atas Ocean Viking, kapal penyelamat berbendera Norwegia yang dioperasikan oleh badan amal kemanusiaan SOS Mediterranee dan Medecins Sans Frontieres.
 
Sedikitnya 150 lainnya berada di atas Open Arms, kapal penyelamat Spanyol. PBB meminta mereka semua diizinkan untuk merapat di pelabuhan yang aman.
 
Salvini dan pemerintah populis telah berulang kali menyarankan bahwa pelabuhan-pelabuhan Tunisia harusnya dianggap aman. Mereka mempertanyakan mengapa para imigran harus dibawa ke Italia, Malta atau negara-negara Eropa lainnya.
 
Selama tahun ini, sekitar 600 imigran tewas saat mencoba mencapai Eropa dari Afrika Utara melalui laut.
 
Salvini secara drastis mengurangi jumlah imigran ke Italia melalui laut -- hanya 4.265 telah tiba selama tahun ini, turun hampir 80 persen pada periode yang sama tahun lalu.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif