Serangan judara NATO mengakhiri Perang Kosovo. (Foto: AFP)
Serangan judara NATO mengakhiri Perang Kosovo. (Foto: AFP)

AS Minta Kosovo dan Serbia Berdamai

Internasional amerika serikat kosovo serbia
Wahyu Dwi Anggoro • 11 Juni 2019 12:42
Washington: Amerika Serikat (AS) meminta Serbia dan Kosovo untuk kembali melanjutkan upaya perdamaian. Pernyataan tersebut dikeluarkan di tengah peringatan 20 tahun berakhirnya Perang Kosovo yang memakan ribuan jiwa.
 
Pada Maret 1999, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) melancarkan serangkaian serangan udara dengan tujuan menghentikan serangan Serbia terhadap Kosovo. Operasi militer tersebut berlangsung selama tiga bulan hingga akhirnya pasukan Serbia meninggalkan wilayah Kosovo.
 
Setelah Perang Kosovo berakhir, wilayah Kosovo berada di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama beberapa tahun. Masyarakat Kosovo kemudian mendeklarasikan kemerdekaan mereka pada 2008.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sampai saat ini, Serbia menolak untuk mengakui kemerdekaan yang dideklarasikan Kosovo. Pemerintah dan masyarakat Serbia bersikeras Kosovo masih bagian dari wilayah mereka.
 
"Intervensi NATO berhasil menghentikan pembersihan etnis yang dilakukan rezim Slobodan Milosevic. Aksinya menyebabkan ribuan orang tewas dan lebih dari satu juta orang hidup dalam pengungsian," sebut sebuah rilis pers dari Pemerintah AS yang dikutip AFP pada Senin 10 Juni 2019.
 
"Untuk menghormati para korban, Kosovo dan Serbia harus menunjukkan komitmen mereka. Mereka harus mengutamakan perdamaian dan masa depan warga mereka. Upaya ini harus dimulai dengan mengesampingkan retorika ekstrimis dan rekayasa sejarah. Hal ini bertujuan untuk menormalisasi hubungan antara kedua belah pihak," lanjut pernyataan itu
 
Upaya untuk mendamaikan Serbia dan Kosovo mengalami kebuntuan beberapa bulan terakhir. Proses perundingan tidak mengalami kemajuan karena konflik diplomatik antara kedua belah pihak.
 
Kosovo sampai saat ini telah mendapat pengakuan dari setidaknya 102 negara. Mayoritas penduduk Kosovo berasal dari kelompok etnis Albania yang beragama Islam.
 

(WAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif